Repelita Jakarta - Pernyataan kontroversial seorang pejabat tinggi setingkat menteri terkait bencana kabut asap lintas batas negara memicu kecaman keras dari warganet.
Tanggapan kritis atas alasan klasik yang dilontarkan pejabat tersebut dibagikan oleh akun @arifbalikpapan1 pada tanggal 1 September 2026.
ADVERTISEMENT
Menhut: Asap Enggak Ada KTP Muke Gile Lu Jul!
Beda konteks kalau sama-sama wilayah di Indonesia, ini asap sudah nyebar ke negara tetangga
Tetangga taunya asal asap dari Indonesia
Warga Kalimantan, Sumatera mulai terkena ISPA
Udah lah lu ga bisa kerja! Mundur atau dipaksa mundur!
Kritikan tajam tersebut merujuk pada pemberitaan bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah mencemari wilayah negara tetangga.
Pernyataan yang dinilai tidak mencerminkan solusi nyata itu memperlihatkan betapa buruknya dampak kesehatan yang mulai dirasakan masyarakat setempat.
Ancaman Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA kini mulai menghantui warga di pulau Sumatera dan Kalimantan akibat kabut pekat.
Desakan agar pejabat bersangkutan segera meletakkan jabatannya lantaran dinilai tidak becus bekerja disuarakan tanpa kompromi oleh warganet.
Respons keras terhadap narasi pembelaan diri pemerintah ini menunjukkan betapa rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap penanganan bencana ekologis.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Menhut: Asap Enggak Ada KTP
— Arif Wicaksono (@arifbalikpapan1) September 1, 2026
Muke Gile Lu Jul!
Beda konteks kalau sama-sama wilayah di Indonesia, ini asap sudah nyebar ke negara tetangga
Tetangga taunya asal asap dari Indonesia
Warga Kalimantan, Sumatera mulai terkena ISPA
Udah lah lu ga bisa kerja! Mundur atau dipaksa… https://t.co/DOYd9wPEL1