Berita, Nasional

[HEBOH] Mahasiswa UNUSIA Tantang Ubedillah Badrun Debat Akademik Terbuka soal Pernyataan Prabowo-Gibran Beban Bangsa

Repelita.id

12 April 2026 22:37 WIB

[HEBOH] Mahasiswa UNUSIA Tantang Ubedillah Badrun Debat Akademik Terbuka soal Pernyataan Prabowo-Gibran Beban Bangsa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta menyoroti pernyataan pengamat politik Ubedillah Badrun terkait kritiknya terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai tendensius dan berpotensi mengandung ujaran kebencian.

Mohamad Rifqi Algifari selaku mahasiswa UNUSIA Jakarta pada Minggu (12/4/2026) menilai bahwa narasi yang menyebut kepemimpinan nasional sebagai beban bagi bangsa dapat mencederai integritas akademik yang seharusnya menjunjung tinggi objektivitas dan kedalaman analisis.

ADVERTISEMENT

“Narasi ini dapat mencederai integritas akademik yang seharusnya menjunjung tinggi objektivitas dan kedalaman analisis,” kata Rifqi.

Ia menilai bahwa pernyataan Ubedillah lebih menyerupai opini emosional daripada refleksi akademik yang berbasis riset dan argumentasi ilmiah.

“Akademisi semestinya hadir sebagai penjernih keadaan dengan menawarkan solusi konkret dan berbasis data, bukan justru membangun narasi provokatif yang tendensius dan berpotensi memecah ruang publik,” ungkapnya.

Menurut Rifqi, kritik tanpa konstruksi solusi adalah bentuk kemalasan intelektual yang tidak pantas dilontarkan oleh seorang akademisi.

“Untuk itu, saya secara terbuka menantang Ubedilah Badrun untuk melakukan debat akademik terbuka,” tegasnya.

Forum tersebut menurut Rifqi penting untuk menguji validitas argumen, mengedepankan rasionalitas, serta membedakan antara kritik ilmiah dan opini yang bersifat agitasi.

“Jika pernyataan tersebut memang lahir dari kedalaman akademik, maka seharusnya tidak ada keraguan untuk diuji secara terbuka dalam forum ilmiah. Namun jika tidak, publik berhak menilai bahwa pernyataan tersebut hanyalah ekspresi tendensius yang jauh dari standar keilmuan. Akademisi bukan penghakim, melainkan arsitek solusi bagi bangsa,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengamat politik sekaligus aktivis Ubedillah Badrun dalam podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV yang diunggah pada Selasa (7/4/2026) menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai beban bangsa Indonesia.

Ia mengatakan dalam forum halal bihalal para pengamat tersebut dibahas bahwa pemerintah sudah pada situasi di mana tidak lagi layak memimpin pemerintahan.

“Kalau pada akhirnya kemudian Prabowo-Gibran tidak mampu mengatasi situasi sekarang, ya wajar dong, kalau kemudian para pengamat mengatakan bahwa ini sudah tidak layak menjadi pemimpin republik ini. Tidak lagi layak menjalankan pemerintahan,” lanjutnya.

Ubedillah menilai bahwa sejak awal pemerintahan Prabowo-Gibran sudah memiliki cacat bawaan sehingga hal itu membuat jalannya pemerintahan menjadi semakin sulit.

“(Gibran) cacat anak haram konstitusi, Prabowo punya beban masa lalu yang cukup berat. Itu menjadi jalanan pemerintahan menjadi sangat sulit,” katanya.

“Secara argumentatif, saya meyakini bahwa Prabowo dan Gibran adalah beban buat bangsa ini,” kata Ubedillah.

“Sejarah kelam buat bangsa ini. Juga sejarah berat, beban berat ketika pemerintahan ini dipimpin oleh Joko Widodo. Jadi ini adalah dua periode, dua episode kekuasaan yang membuat bangsa ini menatap ke depan dengan tertatih-tatih,” tambahnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung