Repelita [Jakarta] - Kasus korupsi proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) kian memanas setelah tersangka Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya mulai memberikan pengakuan mengejutkan terkait keterlibatan pihak lain.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, membeberkan bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang (NSD), diduga kuat melakukan perubahan nama yayasan secara berulang serta memiliki keterlibatan dalam yayasan yang menjadi mitra BGN.
ADVERTISEMENT
NSD itu tadi dalam BAP nya Pak Sony menjelaskan, NSD merubah-rubah yayasan, tiga kali merubah. Nah titik-titik itu, menurut penjelasan Pak Sony tadi dalam BAP, itu adalah titik-titik yang dipunyai oleh NSD.
Ada di daerah Madiun, ada di Tapos, Bogor, terus ada daerah mana lagi, itu titik-titik yang dimiliki oleh NSD, ungkap Krisna merujuk pada keterangan kliennya.
Krisna menambahkan bahwa perubahan tersebut dilakukan tanpa melalui prosedur administratif yang resmi kepada Sony selaku Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi.
Dan NSD itu harusnya kalau mau melakukan perubahan yayasan harusnya berkirim surat resmi kepada Pak Sony, tapi dia tidak mengirim surat, dia cuma bilang secara lisan pokoknya diganti, lanjut Krisna.
Dugaan skandal ini pun memicu perhatian publik di media sosial, sebagaimana diunggah oleh akun Twitter @tempodotco pada 19 Juni 2026.
Menanggapi berita tersebut, warganet memberikan spekulasi tajam mengenai posisi Nanik S. Deyang.
Akun Twitter @rdwica_ memberikan pandangannya:
dugaan ku..
NSD dalam setiap kesempatan nangis (seakan tulus), narasi yang di buat seakan garis keras prabowo..ada 2 kemungkinan :
- biar di lindungin prabowo
- biar kalo namanya di sebut atau terseret, dia berharap masyarakat anggap dia orang yg di kriminalisasi atau sbg korban
Pengakuan Sony Sonjaya ini dinilai menjadi babak baru yang krusial dalam pengungkapan kasus korupsi proyek strategis nasional tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti ungkap Kepala BGN saat ini Nanik S. Deyang pernah mengubah nama yayasan beberapa kali dan juga diduga turut memiliki yayasan yang menjadi mitra BGN. pic.twitter.com/TyYoCIqtal
— tempo.co (@tempodotco) June 19, 2026