Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Komentar Netizen Terkait Anies Dan MBG: Pantesan Kalah Pilpres Gak Bisa Diajak Bancakan Anggaran

Repelita.id

19 May 2026 13:13 WIB

[HEBOH] Komentar Netizen  Terkait Anies Dan MBG: Pantesan Kalah Pilpres Gak Bisa Diajak Bancakan Anggaran
Foto: Istimewa

Repelita Padang - Pandangan kritis yang dilontarkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengenai mekanisme pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dituding menguras alokasi dana pendidikan nasional, memicu perdebatan sengit sekaligus gelombang reaksi pro dan kontra dari para pengguna platform digital.

Melalui sebuah unggahan video yang dibagikan oleh akun x.com/MCAOps pada tanggal 18 Mei 2026 pukul 10.11 AM, mantan calon presiden tersebut memberikan pemaparan komprehensif mengenai strategi pengelolaan anggaran negara yang idealnya berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan gerakan sosial.

ADVERTISEMENT

"Dalam kita membangun, pendekatannya ada dua. Pendekatan programatik dan pendekatan movement. Kalau kita ingin membangun, menurut saya pendekatan harus pendekatan movement, pendekatan gerakan. Pendekatan gerakan itu artinya apa? Berikan kepercayaan kepada rakyat. Kami di Jakarta pernah membuat program sarapan pagi untuk anak-anak sekolah. Pengadaan barang jasa itu empat tipe: Tipe satu, dikerjakan oleh dinas. Tipe dua, dibuat tender. Diumumkan, lalu tenderkan. Ada perusahaan yang ikut tender. Tipe tiga, dikerjakan oleh masyarakat dari penugasan negara. Tipe empat, inisiatif masyarakat. Itu empat tipe pengadaan barang jasa. Pemerintah itu senangnya tipe satu, tipe dua. Dickerjakan sendiri, atau ditenderkan. Betul tidak? Nah, kami di Jakarta pakai tipe tiga. Dan waktu kami menjalankan tipe tiga, ternyata DKI itu provinsi pertama, kota pertama yang menjalankan paket tipe tiga. Nggak ada yang mau tipe tiga itu. Kenapa? Karena uangnya diserahkan rakyat. Bukan dikerjakan oleh dinas. Nah, kepada siapa diserahkannya? Persatuan orangtua murid di sekolah itu. Diberikan dananya. Diberikan kriteria nutrisinya. Contoh-contoh menunya. Lalu mereka masak, diawasi oleh sesama orangtua. Wah, sesama orangtua itu kalau ngawasin top. Bener nggak? Jadi, pengawasannya oleh lingkungan. Apa yang terjadi? Ibu-ibu itu masak sarapan untuk anaknya, jauh lebih bagus daripada standar pelayanan minimal yang diterapkan oleh pemerintah. Dan anaknya suka dengan menunya. Yang dimasak ibu-ibu itu yang anak-anaknya suka. Lalu ada efek yang kami nggak menduga. Apa itu efeknya? Antar ibu-ibu kompetisi. Mana yang lebih enak masakannya? Karena anak-anaknya menilai. Jadi pendekatannya pendekatan kepercayaan pada masyarakat," tutur Anies Baswedan panjang lebar dalam klip tersebut.

Pernyataan alternatif yang mengedepankan transparansi serta keterlibatan komunitas lokal ini langsung mendapat respons positif dari sebagian warganet yang jenuh dengan tata kelola birokrasi, seperti diutarakan oleh akun x.com/Arzoe22 melalui komentar singkat Baru kali ini saya setuju dengan anies.

Sentimen dukungan serupa juga muncul dalam bentuk sindiran halus terhadap sistem birokrasi yang dinilai rentan terhadap praktik korupsi, sebagaimana ditulis oleh akun x.com/pesimisterus lewat cuitan bernada sarkas yaitu Lah anies ini gimana sih, ya kalo gini caranya susah buat nyari lebihan, dana makan semua dimakan anakΒ² !!! Udah bener kyk sekarang, gampang potong atas-potong bawahnya.

Meskipun konsep swakelola tersebut dinilai solutif, arus utama pembicaraan di kolom komentar justru dipenuhi oleh gelombang kritik, cemoohan, serta penagihan janji politik masa lalu dari para netizen yang tidak menyukai figur tersebut.

Salah satu kecaman keras dialamatkan oleh akun x.com/Masmaskumis2 yang langsung mengungkit kegagalan program perumahan di masa pemerintahannya dengan kalimat Dp 0% gimana pak anies? Apakah sudah terealisasi?

Penolakan terhadap argumen sang tokoh juga datang dari opini tajam warganet yang menganggap gagasan tersebut hanyalah sekadar retorika kata-kata tanpa aksi nyata yang konkret di lapangan, sebagaimana dicuitkan oleh akun x.com/Fadilfadilah117 dengan kalimat Anies bisa nya omon doang.

Suasana perdebatan di ruang digital kian memanas seiring munculnya sentimen negatif dari akun x.com/HidayatSya46121 yang mengungkit kembali dinamika kontestasi politik masa lalu melalui komentar berupa Kata Anis ga mau nyapres jika Prabowo capres, kata Anis pula sy bukan type orang penghianat, tp apa kenyataannya, semua orang tau jawabannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung