Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Jam Tangan Rp400 Juta Ketua Serikat Buruh Jadi Sorotan

Repelita.id

06 May 2026 14:23 WIB

[HEBOH] Jam Tangan Rp400 Juta Ketua Serikat Buruh Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perayaan Hari Buruh atau May Day 2026 di Monas yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto justru memicu perbincangan panas di media sosial karena sorotan netizen terhadap aksesoris mewah yang dikenakan oleh Ketua Serikat Pekerja sekaligus Ketua Panitia May Day 2026, Andi Gani.

Fokus utama publik tertuju pada jam tangan yang dikenakan oleh Andi Gani, yang nilai harganya disebut-sebut oleh warganet mampu menembus angka fantastis hingga Rp400 juta.

ADVERTISEMENT

Perbandingan tajam pun bermunculan di berbagai lini masa ketika netizen membandingkan gaya hidup mewah ketua serikat dengan nasib buruh akar rumput yang menjadi basis perjuangannya.

Banyak suara yang menyoroti ironi dimana para buruh yang setiap bulannya iuran keuangannya dipotong untuk kepentingan serikat, hanya mendapatkan bingkisan sembako saat menghadiri acara akbar tersebut.

Seorang netizen dengan hitungan kasarnya mencoba mengkalkulasikan betapa mustahilnya seorang buruh biasa dengan Upah Minimum Regional (UMR) sekitar Rp5 juta per bulan dapat membeli jam tangan semahal itu.

Dalam setahun, seorang buruh dengan UMR Rp5 juta hanya akan mengantongi total pendapatan kotor sebesar Rp60 juta sebelum dikurangi berbagai kebutuhan pokok.

Untuk bisa membeli jam tangan seharga Rp400 juta, seorang buruh harus mengumpulkan seluruh penghasilan brutonya selama kurang lebih 6,6 tahun tanpa makan, tanpa membayar kontrakan, tanpa transportasi, serta tanpa kebutuhan hidup lainnya.

Hitungan sederhana ini semakin menguatkan persepsi publik bahwa terdapat jurang pemisah yang sangat lebar antara kondisi riki buruh biasa dengan para pemimpin serikat pekerja.

Banyak komentar pedas yang menyebut bahwa kontras antara penampilan mewah ketua serikat dengan keseharian buruh yang diperjuangkannya terlalu kentara dan sulit untuk dibenarkan.

Publik menilai bahwa ketika seorang advokat buruh hidup dengan gaya super mewah sementara konstituennya masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar, maka kredibilitas perjuangan tersebut patut dipertanyakan.

Perdebatan ini pun merebak ke berbagai platform media sosial dengan tagar-tagar yang menyoroti ketimpangan ekonomi di dalam gerakan buruh itu sendiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung