Repelita Jakarta - Habib Rizieq Shihab mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan bahwa pemerintah Indonesia menolak kedatangan tokoh senior Palestina bernama Dr. Basem Naim yang merupakan anggota Biro Politik Hamas dari Jalur Gaza ke wilayah Tanah Air beberapa waktu lalu.
Padahal menurut pengakuan Habib Rizieq, tokoh yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Palestina ini sudah dijadwalkan untuk bertemu dengan berbagai organisasi masyarakat Islam di Jakarta seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, FPI, dan sejumlah tokoh Islam lainnya.
ADVERTISEMENT
Penolakan tersebut terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ketika Dr. Basem Naim tiba dan hendak memasuki wilayah Indonesia untuk melaksanakan serangkaian pertemuan yang sudah direncanakan sebelumnya.
Habib Rizieq Shihab membeberkan fakta ini secara terbuka dalam ceramahnya yang digelar di Markaz FPI Petamburan pada Ahad, 3 Mei 2026, sebagaimana diunggah oleh kanal Youtube IBTV.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Rizieq mengaku sudah berusaha mengontak berbagai pejabat Indonesia agar delegasi Palestina ini bisa diterima dan diizinkan masuk ke dalam negeri.
Namun sayangnya, para pejabat yang dihubungi memberikan jawaban yang beragam mulai dari mengatakan tidak bisa, tidak mampu, hingga ada yang mengaku mau membantu tetapi bukan merupakan bidang tugasnya.
Bahkan ketika Habib Rizieq mencoba menghubungi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pun ternyata tidak ada satupun yang mampu membantu kelancaran kedatangan tokoh Palestina tersebut.
Habib Rizieq menduga kuat bahwa penolakan terhadap Dr. Basem Naim ini terjadi karena Indonesia saat ini ikut serta dalam Board of Peace yang merupakan bentukan dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sementara itu di sisi lain, delegasi kepemimpinan dari Gerakan Perlawanan Islam Hamas justru diterima dengan sangat hangat oleh negara sahabat Malaysia pada Sabtu, 25 April 2026.
Delegasi yang terdiri dari Dr. Basem Naim beserta Fawzi Barhoum dan perwakilan gerakan tersebut di Malaysia itu mengadakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi termasuk dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi.
Bahkan mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad juga turut menyambut kedatangan delegasi Hamas tersebut dalam kunjungan yang berlangsung sangat positif itu.
Pemerintah Malaysia memandang Hamas sebagai perwakilan sah dari rakyat Palestina di Jalur Gaza dan tidak mengkategorikan organisasi tersebut sebagai kelompok teroris seperti yang dilakukan oleh beberapa negara Barat.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pun secara terbuka pernah bertemu dengan pemimpin tertinggi Hamas, Syahid Ismail Haniyeh, di Doha Qatar pada 14 Mei 2024 sebagaimana diunggah di akun Facebook resminya.
Kasus penolakan Dr. Basem Naim ini kini menjadi perbincangan luas di kalangan masyarakat Indonesia karena dianggap sangat bertentangan dengan sikap resmi negara yang selama ini dikenal konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.
Banyak pihak yang kemudian mempertanyakan alasan sebenarnya di balik keputusan kontroversial pemerintah Indonesia yang menolak masuk tokoh Palestina padahal ia datang dalam rangka misi kemanusiaan dan silaturahmi dengan ormas-ormas Islam terbesar di tanah air.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok