Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Dugaan Penipuan Tokoh Adat Papua Lapor ke Polda Metro, Publik Soroti Kejanggalan Yurisdiksi dan Nuansa Politis

Repelita.id

04 June 2026 17:46 WIB

[HEBOH] Dugaan Penipuan Tokoh Adat Papua Lapor ke Polda Metro, Publik Soroti Kejanggalan Yurisdiksi dan Nuansa Politis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Polda Metro Jaya tengah mendalami laporan dugaan penipuan serta pengambilan data pribadi yang melibatkan tokoh perempuan adat asal Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta.

Laporan ini menyasar dua pihak, yakni Ketua LBH Merauke, Teddy John Wakum, serta sutradara film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono.

ADVERTISEMENT

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut pada Jumat (29/5/2026) malam.

Penyidik saat ini masih dalam tahap mengumpulkan keterangan dari pelapor, saksi-saksi, serta meneliti bukti-bukti yang telah diberikan.

Menanggapi pertanyaan terkait pemilihan lokasi pelaporan di Jakarta meski peristiwa terjadi di Papua, Budi menegaskan bahwa kepolisian tidak memiliki kewenangan menolak laporan masyarakat.

Ia mengungkapkan hal tersebut dalam pernyataan: "...meski pelapor berasal dari Papua dan peristiwa yang dipersoalkan juga berkaitan dengan Papua, Budi menegaskan polisi tidak boleh menolak laporan masyarakat."

Langkah hukum ini memicu perhatian publik di media sosial yang menilai adanya unsur politis dalam proses pelaporan tersebut.

Akun @hideousrockstar berkomentar: "Polisi tidak boleh menolak laporan masyarakat." Si budi dalihnya ada aja,, bukan ttg menolak, tp yurisdiksi. Efisiensi, krn objek yg dilaporkan smua di Papua, masa iya saat menyelidik kalian bolak-balik naik pesawat pake uang rakyat. Trlalu politis, aplg stlh dikepalai bintang 3.

Sementara itu, akun @rizieqdivist01 menyoroti pola penanganan kasus yang dianggap mirip dengan metode masa lalu untuk mengalihkan isu.

Ia menulis: Tehnik ini dulu sering dipake di jaman Orba, namanya teknik adu domba spy tangan pmrth tetap bersih. Tujuannya mengalihkan perhatian publik dari kritik thd proyek food estate, deforestasi, dan militerisasi di Papua โ†’ menjadi drama "eksploitasi tokoh adat" dan "antek asing".

Hingga saat ini, pihak penyidik masih terus melakukan pendalaman guna menentukan langkah hukum selanjutnya terkait laporan yang masuk (*).

Editor: 91224 R-ID Elok















TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung