Berita, Nasional

[HEBOH] Di Luar Garang Tantang Roy Suryo, di Panggung Debat Rismon jadi Ayam Sayur

Repelita.id

22 April 2026 20:39 WIB

[HEBOH] Di Luar Garang Tantang Roy Suryo, di Panggung Debat Rismon jadi Ayam Sayur
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebelum acara debat dimulai, Rismon Sianipar tampil sangat garang di berbagai forum luar dengan lantang menantang Roy Suryo untuk adu argumentasi soal polemik ijazah Presiden Joko Widodo.

Narasi besar yang ia bangun seolah-olah menggambarkan dirinya sebagai sosok yang siap membongkar habis seluruh kelemahan lawan di hadapan publik.

ADVERTISEMENT

Namun begitu panggung debat yang dipandu oleh Aiman Wicaksono dimulai, arah pertarungan berubah drastis dan Rismon mendadak kehilangan seluruh momentum agresifnya.

Roy Suryo sama sekali tidak memulai dengan gaya defensif, melainkan langsung melancarkan serangan bertubi-tubi ke titik paling rapuh yang dimiliki oleh Rismon.

Pertanyaan-pertanyaan tajam yang dilontarkan secara beruntun membuat Rismon terlihat seperti kehabisan akal sejak menit-menit awal pertarungan.

Momen krusial terjadi ketika Roy mengungkap fakta bahwa klaim hak paten yang selama ini dibanggakan oleh Rismon ternyata berstatus ditolak.

Roy menyebut hal itu sangat berbanding terbalik dengan pernyataan Rismon di ruang publik yang menyebut paten tersebut sebagai capaian bernilai miliaran rupiah.

Sejak saat itu, panggung perlahan berubah dan Rismon yang sebelumnya agresif mulai tampak seperti ayam sayur yang tidak berdaya.

Ia beberapa kali mencoba mengalihkan perhatian ke topik lain, tetapi tekanan dari Roy terus menerus menghantam tanpa memberi ruang bernapas.

Roy bahkan menggunakan data-data lama yang sebelumnya beredar di kalangan lawan untuk mempersempit gerak Rismon semakin sulit.

Strategi ini bukan sekadar penyajian data mentah, tetapi juga merupakan permainan psikologis yang efektif untuk meruntuhkan mental lawan.

Efek dari tekanan tersebut terasa sangat nyata ketika perdebatan tidak lagi membahas substansi ijazah secara murni.

Persoalan perlahan bergeser ke arah kredibilitas pribadi dan konsistensi pernyataan Rismon selama ini.

Roy berulang kali mempertanyakan latar belakang akademik serta metode analisis yang digunakan oleh lawannya.

Sementara itu, Rismon hanya mampu bertahan dengan alasan lemah bahwa hasil penelitian seseorang bisa berubah seiring waktu.

Namun publik yang menyaksikan sudah telanjur menangkap kesan bahwa Rismon hanya besar mulut di luar arena.

Sorotan masyarakat tidak lagi tertuju pada isu ijazah, melainkan pada betapa timpangnya performa kedua pihak di atas panggung.

Ajang yang digadang sebagai momen pembongkaran besar justru berubah menjadi tontonan bagaimana Rismon dilumat habis oleh Roy.

Di luar forum, ia memang terlihat garang dan penuh percaya diri, tetapi di dalam arena ia benar-benar seperti ayam sayur yang siap dipotong.

Perdebatan ini menjadi cermin bahwa keberanian tanpa bekal data dan mental yang kuat hanya akan berakhir dengan kekalahan telak.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung