Berita, CEK FAKTA

[HEBOH] Bantah Isu Akuisisi Haji Isam, Manajemen BCA Pastikan Kabar Saham Viral Tidak Benar

Repelita.id

26 September 2026 13:19 WIB

[HEBOH] Bantah Isu Akuisisi Haji Isam, Manajemen BCA Pastikan Kabar Saham Viral Tidak Benar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Manajemen PT Bank Central Asia Tbk secara tegas membantah isu terkait kabar akuisisi saham perseroan yang sempat viral di ruang publik maya.

Pihak manajemen perbankan swasta terbesar itu mengimbau seluruh nasabah agar selalu menyaring informasi dari saluran komunikasi yang terverifikasi kebenarannya.

ADVERTISEMENT

Pernyataan resmi tersebut disampaikan langsung guna meredam spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat pada hari Jumat.

“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujar Hera F. Haryn selaku EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA.

Pihak eksekutif perusahaan memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional perbankan senantiasa berpedoman pada prinsip kehati-hatian serta aturan yang berlaku.

Berdasarkan data kepemilikan saham saat ini, mayoritas kepemilikan instansi masih dipegang oleh PT Dwimuria Investama Andalan dengan porsi mayoritas.

Entitas bisnis tersebut tercatat menguasai sebanyak 67,73 miliar lembar saham atau setara dengan persentase kepemilikan mencapai 54,94 persen.

Sementara itu, porsi kepemilikan saham publik di tangan masyarakat tercatat berada di angka 44,64 persen secara keseluruhan.

Komposisi saham publik tersebut terbagi atas kepemilikan saham masyarakat warkat sebesar 2,51 persen dan sisanya nonwarkat.

Perubahan struktur pengendali terakhir sempat terjadi menyusul wafatnya salah satu tokoh penting pendiri perseroan beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan pada tanggal 31 Juli 2026, estafet kendali utama mengalami penyesuaian internal.

Sebelumnya, kendali perusahaan dipegang bersama oleh dua tokoh utama yang memimpin PT Dwimuria Investama Andalan secara kolektif.

Selepas berpulangnya salah satu pendiri, kepemilikan pengendali di dalam perusahaan induk beralih sepenuhnya kepada figur utama yang tersisa.

Di sisi lain, figur pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam baru saja merampungkan agenda bisnis terpisah.

Melalui bendera korporasi miliknya, konglomerat tersebut melakukan transaksi strategis dengan pemilik mayoritas emiten tambang batu bara terkemuka.

Perjanjian jual beli saham bersyarat tersebut diteken bersama pemilik utama PT Bayan Resources Tbk pada pertengahan bulan September 2026.

Aksi korporasi itu mencakup rencana pengalihan kepemilikan saham dalam jumlah besar kepada pihak korporasi milik sang pengusaha batu bara.

Total volume saham yang dialihkan dalam perjanjian tersebut mencapai sepuluh miliar lembar lebih atau setara dengan porsi signifikan.

Penyelesaian transaksi besar ini akan memberikan porsi kepemilikan strategis bagi pihak pembeli terhadap total saham beredar emiten energi tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung