Berita, Nasional

Hashim Lewat Arsari Group Resmi Kuasai Blok Migas Raksasa Natuna D-Alpha

Repelita.id

19 September 2026 17:35 WIB

Hashim Lewat Arsari Group Resmi Kuasai Blok Migas Raksasa Natuna D-Alpha
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Korporasi investasi Arsari Group melalui entitas bisnisnya yakni PT Nations Petroleum berhasil keluar sebagai pemenang lelang resmi.

Kemenangan tersebut diraih dalam proses penawaran langsung pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Natuna D-Alpha yang strategis.

ADVERTISEMENT

Kepastian hukum atas penetapan tersebut tertuang secara sah melalui Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dokumen resmi bernomor 108.K/MG.4/DJM/2026 tersebut diterbitkan secara resmi pada tanggal 17 September 2026 mengenai hasil lelang tahap awal.

Perusahaan yang berada di bawah kendali pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo ini siap menggelontorkan dana jumbo demi menggarap proyek raksasa tersebut.

Sebagai bentuk keseriusan pengelolaan, badan usaha pemenang lelang diwajibkan menyetorkan dana bonus tanda tangan senilai 200.000 Dolar AS.

Nilai setoran awal tersebut jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah setara dengan kisaran angka Rp3,53 miliar.

Selain kewajiban finansial awal, pihak manajemen juga memikul beban komitmen pasti yang wajib diselesaikan dalam kurun waktu tiga tahun perdana.

Rangkaian program kerja tersebut mencakup berbagai tahapan krusial mulai dari kegiatan studi geologi, eksplorasi, pembangunan infrastruktur, hingga pengujian.

Bentuk konkret komitmen pasti itu terbagi kedalam tiga Paket G&G Study serta kegiatan akuisisi beserta pengolahan data seismik 3D.

Luas cakupan area pengambilan data seismik tiga dimensi tersebut tercatat mencapai wilayah seluas 591 kilometer persegi.

Agenda operasional lanjutan turut mencakup satu unit rancang bangun pabrik percontohan atau Pilot Unit Design and Engineering.

Perusahaan juga diwajibkan merampungkan tiga paket kajian terintegrasi mengenai penanganan kandungan karbon dioksida atau CO2 Integrated Study.

Rencana induk operasional di lapangan turut memuat satu proyek manufaktur, pengadaan barang, serta konstruksi skala penuh.

Dua paket perencanaan rekayasa biaya atau EPC Design Cost turut dimasukkan ke dalam daftar kewajiban tahap awal pengelolaan blok.

Aspek teknnis bawah permukaan bumi dilengkapi pula dengan pengerjaan satu sumur penilaian atau appraisal serta satu sumur eksplorasi baru.

Seluruh rangkaian tahapan tersebut ditutup dengan satu paket pelaksanaan operasi, pengujian multi-mode, serta pemantauan berkala.

Blok Natuna D-Alpha sendiri merupakan salah satu proyek hulu migas unggulan yang ditawarkan pemerintah lewat skema lelang terbuka.

Lokasi wilayah kerja pertambangan strategis ini terletak tepat di kawasan perairan lepas pantai Natuna Timur dengan bentangan luas.

Tercatat ukuran luas wilayah kerja migas tersebut mencapai angka persis 10.291,03 kilometer persegi di teritorial laut Indonesia.

Secara historis, area migas tersebut dulunya merupakan bagian integral dari Blok East Natuna yang mangkrak dan belum pernah dikembangkan.

Proyek raksasa ini sejak lama dikenal menyimpan tingkat kerumitan tinggi akibat tingginya kandungan gas karbon dioksida di dalam cadangan.

Kadar kandungan CO2 pada cadangan gas alam di blok tersebut dilaporkan mencapai level melebihi angka 70 persen.

Berdasarkan kalkulasi teknis dari Kementerian ESDM, potensi cadangan gas di East Natuna menyentuh angka fantastis 222 TCF.

Dari total potensi raksasa tersebut, volume cadangan gas yang dinilai layak untuk dieksploitasi diperkirakan berada di kisaran 46 TCF.

Temuan cadangan migas di lapangan ini sebenarnya sudah tercatat sejak tahun 1973 silam oleh korporasi energi global.

Namun proyek sempat mengalami jalan buntu dan ketidakjelasan status hukum setelah perusahaan multinasional ExxonMobil memilih mundur dari konsorsium.

Perusahaan pelat merah PT Pertamina yang sebelumnya memegang hak pengelolaan juga sempat mengembalikan wewenang blok tersebut kepada negara.

Melalui penunjukan PT Nations Petroleum sebagai pemenang tender terbaru, pemerintah kembali menghidupkan pengelolaan blok melalui penawaran langsung.

Seluruh kewajiban komitmen pasti yang dibebankan kepada pemenang dirancang khusus untuk menjawab tantangan karakteristik unik gas Natuna.

Fokus utama diarahkan pada penyelesaian studi mitigasi karbon dioksida terintegrasi serta rangkaian rekayasa teknik pengeboran yang presisi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung