Repelita [Jakarta] - Kasus korupsi yang menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional kini menjadi sorotan tajam berbagai pihak setelah Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah tersangka.
Dadan Hindayana bersama Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, dan Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Marhadan resmi berstatus tersangka atas dugaan tindak pidana dalam program Makan Bergizi Gratis.
ADVERTISEMENT
Menanggapi situasi tersebut, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa program unggulan tersebut akan terus berjalan meski pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional telah berganti status hukum.
Ia menyatakan kesedihan mendalam lantaran mengenal dekat Dadan Hindayana yang telah menjadi bagian dari timnya selama lima belas tahun terakhir.
"Maka pimpinan BGN yang lama sayangnya, saya kenal mereka, termasuk tim saya berapa tahun 15 tahun termasuk tim saya Pak Dadan dan sebagainya, Tapi ternyata beliau dan lain-lain tidak tahan menahan godaan-godaan. Kita enggak usah ketawa, ini sedih. Saya sedih. Tapi itu kenyataan," ujar Hashim saat menghadiri seminar nasional, Rabu (15/7/2026).
Hashim memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak akan dihentikan meski sempat terganggu oleh perilaku oknum yang terjerat kasus korupsi.
Ia mengibaratkan praktik korupsi sebagai tumor yang harus segera diangkat agar tidak merusak keberlangsungan program yang bertujuan menyehatkan masyarakat Indonesia.
"Tapi ada yang ganggu-ganggu, timbul penyakit lama namanya korupsi. Kita cepat menanggulangi, kita cepat keluarkan. Ini ibarat kanker timbul-timbul, dan dokter-dokter dan apa resepnya? Kita keluarkan tumor-tumor begitu, betul? Bukan tubuhnya yang kita matikan," jelasnya.
Lebih lanjut, ia membandingkan kasus ini dengan sejarah panjang korupsi di kementerian lainnya yang tidak berujung pada pembubaran instansi pemerintah.
"Kita sudah saksikan korupsi di mana-mana dalam sejarah Republik Indonesia. Sudah sejumlah Menteri Agama masuk penjara. Apa?Apakah kita bubarkan Kementerian Agama? Ada sejumlah Menteri Pertanian masuk penjara. Apakah kita bubarkanKementerian Pertanian? Sejumlah Menteri Pemuda dan Olahraga. Apakah kita bubarkan Kementerian Pemuda dan Olahraga? Jawabannya adalah tidak," ungkapnya.
Hashim turut meminta ribuan dokter yang hadir dalam acara tersebut untuk berperan aktif mengawasi pelaksanaan program di daerah masing-masing.
Ia berharap keterlibatan tenaga medis dalam pengawasan dapat mencegah munculnya kembali oknum-oknum yang berniat menyalahgunakan anggaran negara.
"Dan saya mohon para dokter, saya dengar ada hampir 1.000 yang hadir hari ini, tolong para dokter mengawasi di tempat masing-masing. Mengawasi, kawal, pantau, selidiki perilaku mitra-mitra dan pengurus MBG di mana pun, jangan sampai ada tumor-tumor lagi," tuturnya.
Tujuan akhir dari pengawalan ketat ini adalah mewujudkan Kedaulatan Kesehatan Indonesia tahun 2045 demi terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok