Repelita Jakarta - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, memberikan pandangan menarik mengenai pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan.
Menurut Hasan, dinamika pergantian pejabat di dalam kabinet pemerintahan merupakan hal yang wajar dan tidak menandakan berakhirnya karier politik seseorang.
ADVERTISEMENT
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hasan Nasbi dalam keterangan videonya, dikutip pada Rabu, 16 September 2026, untuk memberikan motivasi publik.
Kalau dipikir-pikir ya dalam politik itu kita bisa hidup lebih dari sekali, ujar Hasan Nasbi dalam rekaman video yang diunggahnya.
Sebagai bentuk penguat argumennya, Hasan kemudian membeberkan rekam jejak perjalanan hidup Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo, beliau kan diberhentikan dari jabatannya, ungkap Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi.
Ia mengenang masa ketika Prabowo sempat menjadi figur sentral yang sangat diperhitungkan di jajaran militer Indonesia pada masa lalu.
Waktu itu menjadi rising star di ABRI waktu itu, di TNI, dengan pangkat letnan jenderal di usia yang masih muda. Tapi kemudian diberhentikan begitu saja, tutur Hasan Nasbi.
Kendati sempat mengalami masa-masa sulit akibat kehilangan posisi di kemiliteran, Prabowo tidak lantas menyerah begitu saja.
Tokoh nasional tersebut justru memilih untuk bangkit dan membangun kekuatan politik baru melalui pendirian Partai Gerindra.
Ikut berjuang dalam sekian kali pemilu untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, beberapa kali kalah, tapi tidak menghapus kesabaran dan semangat beliau untuk memperjuangkan keyakinannya dalam politik, jelas Hasan Nasbi.
Tidak hanya berhenti pada figur kepala negara saja, Hasan juga turut membawa contoh tokoh internasional ternama lainnya.
Contoh serupa juga terlihat jelas pada perjalanan karier politik Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di masa lampau.
Anwar Ibrahim di tahun 90-an tersebut sempat menduduki kursi strategis sebagai orang nomor dua di pemerintahan negerinya.
Anwar Ibrahim di tahun 98 itu jabatannya sudah wakil perdana menteri. Tapi karena ada perbedaan pendapat dengan perdana menteri waktu itu, kena reshuffle, kena berhentikan juga, terang Hasan Nasbi.
Cobaan hidup yang harus dihadapi oleh pemimpin negeri Jiran tersebut bahkan dirasakan jauh lebih berat dan menyayat hati.
Dan mungkin lebih tragis karena dua kali bolak-balik masuk penjara dengan masa hukuman sekitar 10 tahun lebih, ucap Hasan Nasbi.
Walaupun harus melewati rintangan serta penderitaan yang sangat panjang, Anwar akhirnya berhasil mencapai puncak kepemimpinan tertingginya.
Mungkin waktu itu sekitar 75 atau 76 tahun. Ini perjuangan politik yang panjang, tapi memberikan bukti bahwa diberhentikan dari jabatan itu bukan akhir dari segalanya, pungkas Hasan Nasbi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok