Berita, Nasional

Haryanto Ignatius Sebut Pejabat Istana Kurang Literasi Usai Klaim Bencana Di Indonesia Diorkestrasi Asing Pertontonkan Kebodohan di Publik

Repelita.id

08 September 2026 19:54 WIB

Haryanto Ignatius Sebut Pejabat Istana Kurang Literasi Usai Klaim Bencana Di Indonesia Diorkestrasi Asing Pertontonkan Kebodohan di Publik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kalangan akademisi melancarkan kritik tajam terhadap pandangan kontroversial yang dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi lembaga staf kepresidenan.

Pernyataan kontroversial tersebut menyinggung dugaan adanya keterlibatan pihak asing dalam setiap musibah alam yang melanda wilayah Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menanggapi narasi tersebut, pengajar dari Universitas Multimedia Nusantara Haryanto Ignatius menilai sang pejabat istana minim wawasan literasi.

Inilah contoh pejabat kurang literasi, kurang baca, kata Haryanto dikutip dari unggahannya di X, Selasa (8/9/2026).

Ia menyarankan agar aparatur pemerintah tersebut lebih giat memperkaya wawasan ilmiah sebelum melontarkan asumsi liar ke ruang publik.

Gampang benar ngomong konspirasi, Mbak, banyakin baca sebelum ngomong, imbuhnya menegaskan kritikan tersebut.

Menurut pengamat pendidikan tinggi itu, pernyataan spekulatif tersebut justru mencoreng kredibilitas institusi negara karena tidak didasari data valid.

Anda cuma mempertontonkan kebodohan anda di depan publik, terangnya menyikapi klaim tanpa dasar ilmiah itu.

Sebelumnya, pejabat istana bernama Ulta Levenia Nababan sempat mengemukakan analisis tersebut dalam sebuah acara siniar di platform digital.

Pasti gue bakal dibilang gila ini, kata Ulta dikutip Senin (7/9/2026) dalam rekaman wawancara yang menuai perdebatan luas.

Ia menduga sejumlah bencana alam besar seperti gempa bumi di luar negeri maupun musibah domestik memiliki kaitan dengan konspirasi geopolitik global.

Lu bisa cek di berita, terus beberapa hari kemudian gempa, di China sama di Turki itu, itu ada, terangnya.

Iya, yang belum lama ini, kalau ditelusurin lagi itu ada, sambungnya saat memberikan argumen terkait rangkaian bencana di berbagai daerah.

Bahkan, ia mengaitkan rentetan bencana banjir serta kebakaran hutan di sejumlah pulau besar dengan asumsi analitis yang bersumber dari tontonan film.

Terus yang lebih aneh lagi, seminggu lalu gua lihat sebuah film, film ini merangkum hal keanehan itu, imbuhnya.

Berdasarkan keyakinan subjektif tersebut, ia mengklaim bahwa sebagian besar musibah dan aksi unjuk rasa di tanah air digerakkan secara sengaja.

Sehinga gua 73,5 persen, wah ini pasti ada yang orkestrasi, kemudian ada demonstrasi, pungkasnya.

Pernyataan kontroversial ini lantas memicu polemic di tengah masyarakat, terutama di tengah penurunan anggaran resmi penanggulangan bencana nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung