Berita, Nasional

Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources, Transaksi Jumbo Senilai Belasan Miliar Lembar Disorot Dunia

Repelita.id

19 September 2026 23:07 WIB

Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources, Transaksi Jumbo Senilai Belasan Miliar Lembar Disorot Dunia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih akrab disapa Haji Isam baru-baru ini mendadak menjadi pusat perhatian publik serta sorotan tajam berbagai media bisnis skala internasional.

Perhatian global tersebut tertuju usai perusahaan yang berada di bawah kendali kelompok usahanya, yakni PT Jhonlin Baratama, secara resmi meneken perjanjian jual beli saham bersyarat.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan dokumen kesepakatan bernilai jumbo itu, pihak pembeli sepakat memborong sebanyak 10.000.000.500 lembar saham PT Bayan Resources Tbk atau BYAN dari para pemegang saham utamanya.

Jumlah kepemilikan saham yang menjadi objek transaksi strategis tersebut tercatat setara dengan porsi sekitar 30 persen dari total keseluruhan saham beredar milik emiten batu bara raksasa itu.

Proses penandatanganan Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement atau CSPA itu sendiri dilangsungkan secara resmi pada tanggal 16 September 2026 yang lalu.

Adapun pihak penjual yang melepas sebagian kepemilikan saham tersebut adalah Low Tuck Kwong bersama sang putri tercinta yang bernama Elaine Low.

Meskipun dokumen perjanjian kerja sama telah diteken, proses pengalihan aset bernilai fantastis ini belum bisa dianggap rampung secara final karena masih menunggu terpenuhinya sederet persyaratan pendahuluan.

Sebelum kesepakatan pembelian porsi 30 persen ini tercapai, Low Tuck Kwong dan Elaine Low tercatat menguasai mayoritas saham Bayan Resources dengan penguasaan mencapai 62,25 persen.

Meskipun akan terjadi pergeseran struktur kepemilikan yang signifikan jika seluruh proses administrasi rampung, sisa saham pengendali lama dipastikan masih tetap berada di tangan mereka.

Hingga saat ini, besaran nilai nominal rupiah yang disepakati dalam transaksi pembelian blok saham tersebut masih belum diumumkan secara terbuka kepada publik luas oleh pihak manajemen.

Sejumlah kalangan sempat memperkirakan nilai pasar saham tersebut menembus angka ratusan triliun rupiah, namun angka tersebut murni merupakan estimasi berdasarkan harga perdagangan reguler bursa.

Langkah korporasi berskala besar ini dinilai semakin menarik perhatian lantaran berlangsung di tengah situasi industri batu bara domestik yang sedang menghadapi tantangan kebijakan kuota produksi pemerintah (*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung