Berita, Nasional

Guntur Romli: Sudah Masuk Penyidikan, Segera Ada Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Ijazah SMA Gibran?

Repelita.id

27 October 2026 13:58 WIB

Guntur Romli: Sudah Masuk Penyidikan, Segera Ada Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Ijazah SMA Gibran?
Foto: Istimewa


Tahap Baru Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Kelulusan Menjadi Pembicaraan Publik di Media Sosial

ADVERTISEMENT

Repelita Jakarta - Dinamika pengusutan aspek hukum administrasi pendidikan yang melibatkan figur wakil presiden kini berlanjut ke tingkatan yang lebih mendalam serta memicu perdebatan masif di ruang publik.

Informasi perihal situasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @gunromli yang menganalisis pergeseran status penanganan perkara dari proses penyelidikan menuju langkah pembuktian.

"Sudah Masuk Penyidikan, Segera Ada Tersangka Kasus Dugaan "Pemalsuan Dokumen Ijazah SMA" Gibran? Kata Kapolri kasus "Ijazah SMA Gibran" dalam proses penyidikan Kapolri mengunakan istilah penyidikan bukan lagi penyelidikan. Jangan remehkan perbedaan 2 istilah ini. Kalau penyelidikan baru bertanya: adakah peristiwa pidana? Sedangkan Penyidikan sudah melangkah lebih jauh. Peristiwa pidananya diduga ada & penyidik kini mengumpulkan alat bukti unt membuat terang perkara & menemukan tersangkanya." tulis akun @gunromli dalam unggahan media sosial yang terpantau pada hari Selasa tanggal dua puluh tujuh Oktober dua ribu dua puluh enam.

Pernyataan yang menguraikan perbedaan mendasar fungsi kerja penyidik korps bhayangkara tersebut seketika menuai ratusan reaksi beragam di kolom komentar.

Harapan terhadap independensi lembaga kepolisian dalam mengusut aktor intelektual pembuatan berkas tersebut disampaikan oleh akun @samanudinsaman secara terbuka.

"Semoga pa Kapolri berani dan mendapat ijin dari Pa Pres utk mengungkap SIAPA YG TELAH BIKIN SUKET.... itu dan membongkar semua kepalsuan, kelicikan semua org yg terlibat" tulis akun @samanudinsaman menyuarakan aspirasinya.

Dukungan moril agar proses pengumpulan alat bukti tersebut berjalan tanpa hambatan birokrasi diutarakan oleh akun @adjie_212 secara singkat.

"Gas gak pake rem 💪💪" tulis akun @adjie_212 memberikan responsnya.

Reaksi bernada kepuasan terhadap kelanjutan proses hukum penegakan keadilan juga terlihat dari komentar yang ditulis oleh akun @aren6507 di halaman yang sama.

"Alhamdulilah segerakan lengser dan jd penghuni penjara Gibran OON" tulis akun @aren6507 menanggapi narasi kasus tersebut.

Di sisi lain, pertanyaan seputar kelengkapan unsur materiil delik pidana serta pemenuhan batas minimal bukti hukum diajukan oleh akun @abidinkadir demi kejelasan status perkara.

"Artinya sudah ada 2 alat bukti yg cukup ?" tulis akun @abidinkadir mempertanyakan substansi penetapan.

Sorakan penyemangat atas aktivitas penyampaian pendapat kritis dari tokoh publik media sosial tersebut ikut dikirimkan oleh akun @yuni130690 di kolom tanggapan.

"Alhamdulillah semangat BACOTnya👏👏" tulis akun @yuni130690 dalam komentarnya.

Seruan senada untuk mempercepat penuntasan proses pengusutan berkas kelulusan ini juga disuarakan secara demonstratif oleh akun @camel.4071997 melalui simbol tulisan.

"Gasssssskeuuunnnnnnn🔥🔥🔥🔥🔥🤟" tulis akun @camel.4071997 menyatakan persetujuannya.

Dorongan agar aparat hukum bertindak agresif dalam melakukan pembongkaran dugaan tindak pidana pemalsuan ini ditambahkan oleh akun @v7_eleven secara lugas.

"Srudug boss..." tulis akun @v7_eleven ikut meramaikan perbincangan.

Rasa penasaran mengenai sosok pelaku utama yang memicu peningkatan status hukum ke tingkat pencarian tersangka diutarakan oleh akun @caturagungprasety demi mencari kepastian kepemimpinan.

"Kalo emang udah penyidikan berarti udah ada tersangkanya dong, emang siapa tersangkanya?" tulis akun @caturagungprasety mempertanyakan kelanjutan kasus.

Meski demikian, tudingan bahwa analisis yang disampaikan hanyalah bualan politik semata dilontarkan oleh akun @yulianto9878 secara langsung.

"Ah gombal lu Romli" tulis akun @yulianto9878 menepis narasi unggahan.

Sikap skeptis yang menilai isu tersebut sebagai pengalihan perhatian publik tanpa hasil nyata digambarkan melalui analogi oleh akun @jemmyyoseph18 dalam kolom komentar.

"AHHH GERBONG ASAP LAGI NGEPUL 🤣🤣" tulis akun @jemmyyoseph18 memberikan penilaian sinisnya.

Kecaman keras bernada mistis keagamaan terhadap figur yang memicu polemik administrasi negara ini disampaikan oleh akun @hasandaud0852 di tengah perdebatan.

"Ini Orang Neraka..." tulis akun @hasandaud0852 menyatakan kemarahannya.

Kritik mendalam perihal pemahaman perbedaan sistem penyetaraan lembaga pendidikan luar negeri dengan kurikulum nasional dipaparkan secara panjang lebar oleh akun @tomringo untuk meluruskan salah kaprah pembaca.

"Kau bagusan diam biar tololmu gak kedengaran. SMA itu di Indonesia seperti yg kau punya ... Sekolah di Luar Indonesia itu bukan SMA. . krn system beda... kunker dulu kau ke luar negri sana perihal pendidikan supaya paham kau. Tp kunker beneran, jgn liburan... itu uang negara..." tulis akun @tomringo memberikan penjelasan berkeberatan.

Hingga saat ini, unggahan analitis perihal naiknya status penanganan berkas administrasi pendidikan tersebut telah disaksikan oleh lebih dari dua ribu delapan ratus pemirsa media sosial.

Proses pengumpulan alat bukti orisinalitas kelulusan ini diprediksi akan terus bergulir di bawah otoritas penyidik kepolisian pusat demi kepastian tata kelola pemerintahan negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok











View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung