Repelita [Jakarta] - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, memberikan pandangannya terkait keputusan Sony Sanjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam perkara korupsi di Badan Gizi Nasional.
Tindakan tersebut menurutnya patut diapresiasi karena berpeluang membantu aparat penegak hukum dalam membongkar duduk perkara sebenarnya.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, Guntur menegaskan bahwa penegak hukum perlu menjalankan tahapan ini secara sangat cermat dan penuh kehati-hatian.
Pandangan tersebut ia bagikan melalui akun media sosial Instagram resminya pada Minggu (7/5).
Dalam unggahan di tautan https://www.instagram.com/gunromli, ia menyatakan sikap kewaspadaan terhadap langkah hukum tersebut.
Guntur Romli menuturkan bahwa Justice Collaborator Sonny berpotensi menjadi pisau bermata dua.
Dirinya pun mempertanyakan motif dibalik pengajuan status tersebut dengan melontarkan pernyataan kritis.
Ia menyebut langkah tersebut bisa jadi merupakan alat tawar klasik koruptor yang ingin selamat.
Politisi ini menekankan pentingnya membedah apakah pengajuan tersebut murni kontribusi untuk penegakan hukum dan keadilan, atau hanya strategi survival.
Pihaknya menaruh perhatian besar agar proses ini tidak disalahgunakan oleh pelaku demi kepentingan pribadi agar terlepas dari jeratan hukum yang setimpal. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok