Berita, Nasional

Guntur Romli Soroti Sekolah Elite Dikenyangkan Anak Pelosok Ditelantarkan Data MBG Sekolah Mahal Yang Dicoret Ditutup-Tutupi

Repelita.id

13 September 2026 13:53 WIB

Guntur Romli Soroti Sekolah Elite Dikenyangkan Anak Pelosok Ditelantarkan Data MBG Sekolah Mahal Yang Dicoret Ditutup-Tutupi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mohamad Guntur Romli mempertanyakan transparansi data penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait sekolah swasta berbiaya tinggi.

Melalui unggahan di akun X @GunRomli pada 12 September 2026 pukul 11.50 AM, ia menyoroti dugaan adanya sekolah elite yang disebut masuk dalam data penerima MBG.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, Guntur Romli menulis, “Sekolah Elite Dikenyangkan, Anak Pelosok Ditelantarkan: Mengapa Data MBG Soal Sekolah-sekolah Mahal yg Katanya Dicoret tapi Ditutup-tutupi? Apakah benar sekolah-sekolah swasta internasional yg biaya masuknya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah selama ini ikut menikmati MBG? Ini jelas-jelas tidak masuk akal. Dan fakta selama ini jg belum ditemukan. Emang sekolah-sekolah mahal itu mau terima MBG yg ada potensi keracunannya itu?”

Ia kemudian mempertanyakan kemungkinan apabila sekolah-sekolah elite tersebut memang pernah mendapatkan alokasi MBG, dengan menilai kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan keadilan dalam distribusi program.

Guntur Romli menulis, “Namun, apabila sekolah-sekolah elite tersebut benar-benar sempat menerima alokasi, ini merupakan kejahatan sosial yg sangat melukai rasa keadilan. Di saat anak-anak di sekolah terpencil harus belajar dengan perut kosong, dana rakyat justru mengalir ke institusi super mewah.”

Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai wilayah yang semestinya menjadi prioritas penerima program tersebut.

“Harusnya MBG diprioritaskan untuk daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan angka stunting dan kemiskinan tinggi, kok malah diberikan ke sekolah-sekolah kaya. Ayo. Sebut nama sekolah-sekolah itu!” tulisnya.

Selain mempertanyakan penerima program, Guntur Romli juga menyinggung kemungkinan persoalan data apabila sekolah-sekolah mahal tercatat sebagai penerima tetapi bantuan disebut tidak pernah sampai kepada pihak yang bersangkutan.

Ia menulis, “Skenario yg lebih buruk adalah jika sekolah-sekolah mahal itu dicantumkan dlm daftar penerima tetapi bantuan tersebut tidak pernah sampai ke tangan mereka. Ini mengindikasikan skandal korupsi melalui modus data fiktif yg harus diseret ke ranah hukum.”

Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam respons dari pengguna X yang menyoroti transparansi data, efektivitas program, hingga prioritas kebijakan pendidikan dan pangan bagi masyarakat.

Akun @hapeproperti memberikan komentar, “Analisa keren... Beranikah MBG buka data dg transparan.. ?!??”

Sementara itu, @TArsanom menanggapi, “Udahlah mau apapun masyarakat sdh nggak percaya lagi...”

Komentar lain datang dari @Zacks_Genzo yang menulis, “Lebih penting sekolah gratis daripada MBG”.

Akun @BukekSiansu10 juga menyampaikan, “Jelas Tidak wkwkwk,, paling itu dapur siluman bro”.

Selanjutnya, @indra_hut menulis, “Sudah gak jelas arah bung guntur. Dah salah desain dari awal”.

Akun @Ryu53944310 memberikan respons singkat, “Stop MBG”.

Rangkaian komentar tersebut menunjukkan adanya perdebatan warganet mengenai keterbukaan data penerima MBG serta pertanyaan tentang kelompok dan wilayah yang seharusnya memperoleh prioritas program.

Pernyataan mengenai dugaan sekolah elite sebagai penerima MBG maupun kemungkinan penggunaan data fiktif dalam unggahan tersebut merupakan klaim dan pertanyaan yang disampaikan Guntur Romli, sehingga membutuhkan verifikasi serta keterangan resmi dari pihak terkait.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung