Berita, Nasional

Guntur Romli Sebut Aksi Injak Kepala Kerbau Bukti Ambisi Kekuasaan Jokowi dan Dinastinya Sesuai Disertasi Hasto

Repelita.id

29 June 2026 17:38 WIB

Guntur Romli Sebut Aksi Injak Kepala Kerbau Bukti Ambisi Kekuasaan Jokowi dan Dinastinya Sesuai Disertasi Hasto
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi Joko Widodo yang berdiri di atas kepala kerbau saat menerima anugerah adat di Lampung terus memicu kritik tajam dari kalangan PDI Perjuangan.

Tokoh publik Guntur Romli menyebut kejadian tersebut sebagai bukti nyata atas temuan dalam disertasi yang disusun oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

ADVERTISEMENT

Menurut Guntur, momen itu memvalidasi analisis mengenai gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh mantan Presiden ke-7 RI tersebut selama ini.

Apa yang dilakukan Jokowi dalam foto yang beredar, yakni menginjak kepala kerbau, semakin membuktikan kebenaran disertasi Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, ungkap Guntur, Senin (29/6/2026).

Ia menambahkan bahwa narasi dalam disertasi tersebut menempatkan kepemimpinan Jokowi ke dalam konsep yang disebut sebagai segitiga otoritarianisme populis.

Bahwa Jokowi membangun identitas kepemimpinannya sebagai perpaduan segitiga populisme otoriter, ujarnya.

Guntur membedah konsep itu sebagai perpaduan antara watak feodal, pendekatan populis, serta manuver politik yang sarat dengan karakter Machiavellianisme.

Ia menilai watak feodal muncul dari citra raja, sementara populisme ditunjukkan melalui penyaluran bantuan, serta kekuasaan menjadi tujuan utama dari segala langkah politiknya.

Guntur pun melibatkan keterlibatan anggota keluarga dan tokoh dalam jabatan publik sebagai upaya melanggengkan kekuasaan di berbagai tingkatan.

Ia memaknai simbol kepala kerbau yang diinjak sebagai representasi para pendukung yang dinilainya telah termakan oleh citra sang tokoh.

“Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut Jokowi dan PSI yang terbuai oleh perilaku raja, padahal yang ada adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi,” tegasnya.

Di sisi lain, Jokowi dalam perayaannya saat menerima gelar Baginda Pemuka Bangsa pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya daerah.

Ia mengajak masyarakat untuk terus melestarikan warisan adat sebagai fondasi identitas nasional bagi generasi penerus di masa depan.

“Budaya adalah kekayaan yang tidak ternilai. Oleh karena itu, budaya harus terus dijaga, dirawat, dan dilestarikan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” tutur Jokowi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung