Berita, Nasional

Guntur Romli Kritik Prabowo: Upah Ngupas Bawang Rp700 Ribu/Kg? Data Jauh dari Kenyataan di Lapangan

Repelita.id

15 August 2026 21:42 WIB

Guntur Romli Kritik Prabowo: Upah Ngupas Bawang Rp700 Ribu/Kg? Data Jauh dari Kenyataan di Lapangan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Politisi PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli mengkritik tajam pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung klaim pendapatan buruh pengupas bawang mencapai nominal Rp700 ribu untuk setiap kilogramnya.

Melalui tanggapan yang diunggah pada akun X pribadinya @GunRomli pada Sabtu (15/8/2026), figur yang akrab disapa Gun Romli tersebut menyoroti besaran angka yang ia nilai sangat timpang jika dibandingkan dengan nilai jual komoditas tersebut di pasaran."Upah ngupas bawang 700 ribu per kilogram," tulis https://x.com/GunRomli pada unggahan tanggal Sabtu (15/8/2026).

ADVERTISEMENT

Gun Romli mengungkapkan bahwa kalkulasi tersebut sangat jauh dari kenyataan ekonomi yang dialami langsung oleh para produsen bawang di lapangan.

Berdasarkan laporan yang ia terima langsung dari para petani di sentra pertanian Brebes, Jawa Tengah, komoditas bawang merah utuh justru dijual seharga Rp22 ribu per kilogram.

"Padahal bawang dibeli seharga Rp22.000 per kilogram di Brebes. Laporan dari petani bawang," terang Gun Romli.

Klaim angka upah buruh pengupas bawang tersebut berawal dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan di Gedung DPR/MPR RI.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara mengenalkan seorang warga penerima bantuan sosial bernama Susana yang berasal dari Kabupaten Bogor.

"Hari ini hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Dia bekerja sebagai buruh harian," ujar Prabowo.

Susana yang mengenakan busana adat berwarna hitam berdiri untuk menyambut sapaan Presiden dan jajaran anggota dewan di ruang sidang.

Presiden kemudian memaparkan rincian profesi dan estimasi pendapatan harian yang diterima oleh buruh pengolahan bawang tersebut.

"Buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram," kata Prabowo.

Selain politisi, tanggapan kritis juga datang dari sutradara film Muhadkly Acho yang menganggap data penghasilan buruh pengupas bawang tersebut tidak dapat diukur dengan rasionalitas publik.

Lewat akun X miliknya @MuhadklyAcho pada Sabtu (15/8/2026), Acho mengutarakan bahwa penyampaian besaran nilai upah itu merupakan hal yang keliru dari berbagai sudut pandang logika dasar."Ga masuk akal dari sisi manapun," tulis https://x.com/MuhadklyAcho pada postingan tanggal Sabtu (15/8/2026).

Acho menganggap pemaparan data tersebut mencerminkan minimnya ketelitian tim pembuat materi pidato sebelum disampaikan dalam forum kenegaraan.

"Emang kosong aja berarti wawasannya," terangnya.

Ia mengaku tidak habis pikir bagaimana angka ratusan ribu rupiah untuk jasa pengupasan per kilogram bisa masuk ke dalam teks pidato resmi Presiden.

"Kok bisa sampai kepikiran kalo angka itu masuk akal," imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat yang menyimak pidato tersebut pasti langsung meragukan tingkat keakuratan data yang disajikan.

"Kalo orang berpikir pakai nalar sih harusnya langsung ga percaya saat dapat laporan begitu," pungkasnya.

Ia memperkirakan besaran nilai yang lebih rasional untuk pekerjaan mengupas kulit bawang di tingkat buruh harian berada di kisaran nominal ratusan rupiah per kilogram.

"Kalo 700 perak baru masuk akal. Tapi kalo segitu ya bukan keberhasilan," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung