Berita, Nasional

GRIB Jaya Bantah Terlibat Kerusuhan Pascademo DPR Saat Polisi Mendalami Kesaksian Ojol

Repelita.id

29 August 2026 15:36 WIB

GRIB Jaya Bantah Terlibat Kerusuhan Pascademo DPR Saat Polisi Mendalami Kesaksian Ojol
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pihak organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya secara tegas menepis anggapan mengenai keterlibatan anggotanya dalam gelombang kerusuhan yang memanas pascademo di area Gedung DPR RI.

Bantahan resmi tersebut muncul menyusul maraknya peredaran rekaman video di platform media sosial yang memperlihatkan gerombolan orang turun dari iring-iringan truk di kawasan Tol Slipi.

ADVERTISEMENT

Melalui kuasa hukumnya Wilson Colling, pihak ormas memberikan klarifikasi tertulis untuk meluruskan tudingan yang mengarah kepada kelompok mereka.

Wilson Colling menyampaikan penegasannya mengenai posisi kelembagaan mereka dengan menyatakan, "Saya mengatakan bahwa GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu".

Menurut keterangan penasihat hukum tersebut, pimpinan tertinggi organisasi yaitu Rosario de Marshall alias Hercules tidak pernah menerbitkan instruksi pengarahan massa menuju lokasi demonstrasi.

Pengurus pusat justru memberikan imbauan penuh kepada jajaran anggota untuk menahan diri serta membantu memelihara kondusivitas wilayah ibu kota.

Harapan untuk menjaga stabilitas keamanan daerah diutarakan oleh Wilson Colling dengan menyebutkan, "Karena Jakarta adalah milik kita semua. Oleh karena itu kita jaga ketertiban jangan sampai ada masalah. Untuk menjaga keamanan ketertiban adalah kita semua, termasuk GRIB juga menjaga kenyamanan, ketertiban untuk Jakarta yang damai, aman, dan nyaman".

Di tengah penegasan dari pengurus ormas, kesaksian berbeda disampaikan oleh pengemudi ojek online melalui video yang diunggah oleh akun @InfoJKT24

pada tanggal 29 Agustus 2026.

Dalam rekaman visual tersebut, seorang pengemudi menceritakan insiden bentrokan di kawasan perempatan Slipi yang turut menyasar para pekerja transportasi daring.

Saksi mata di lokasi menguraikan detik-detik kejadian tersebut dengan mengungkapkan, "Posisi saya lagi di lampu merah Slipi, kita bukan bentrok sama polisi saja, bentrok sama ormas yang teriak 'GRIB Jaya'. Mereka nyerang ojol".

Pengemudi tersebut juga membeberkan sarana mobilisasi massa dengan menambahkan penjelasannya, "Ada beberapa ojol jadi korban, mereka datang lewat tol pakai truk".

Rekan pengemudi lainnya di lokasi yang sama turut membeberkan tindak penganiayaan fisik yang dialaminya saat berusaha mendokumentasikan peristiwa bentrokan.

Korban kekerasan fisik tersebut menyampaikan pengakuannya dengan menuturkan, "Saya bang korbannya, saya dipukulin sama temen saya".

Tindakan pemukulan menggunakan benda tumpul diungkapkan lebih lanjut oleh korban lewat kalimat, "Saya lagi videoin saya dipukul pakai balok".

Pengemudi itu juga menegaskan atribut serta seruan kelompok penyerang dengan menyatakan, "Mereka bawa senjata, meka teriak GRIB Jaya dan ada yang pakai baju GRIB Jaya juga".

Kericuhan di kawasan Pejompongan tersebut juga memakan korban jiwa dari pihak warga sipil yang ditemukan pingsan sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi kabar duka tersebut sekaligus menyampaikan rasa keprihatinan mendalam kepada pihak keluarga.

Budi Hermanto menyampaikan rasa duka cita pihak kepolisian dengan mengutarakan, "Terkait tentang adanya satu warga, yang pertama kita menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam terhadap satu warga kita yang berpulang".

Penanganan medis darurat sempat dilakukan oleh tim medis kepolisian guna menyelamatkan nyawa korban di fasilitas kesehatan terdekat.

Proses evakuasi medis tersebut dijelaskan oleh Budi Hermanto dengan penuturan, "Rumah sakit terdekat adalah Rumah Sakit Mintohardjo, dibawa ke rumah sakit. Tapi pada saat penanganan di rumah sakit yang bersangkutan meninggal dunia".

Meskipun penyidik berupaya melakukan autopsi jenazah di RS Polri untuk mengungkap penyebab kematian, pihak keluarga korban memilih menolak tindakan tersebut melalui surat pernyataan resmi.

Guna memastikan kebenaran atas keterlibatan oknum organisasi tertentu dalam kerusuhan tersebut, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam di lapangan.

Kepolisian menegaskan proses hukum berjalan berbasis pembuktian dengan pernyataan Budi Hermanto, "Kalau terkait tentang ormas kami masih melakukan pendalaman terkait karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung