Repelita Jakarta - Perhatian publik tersita pada kenaikan anggaran Badan Komunikasi (Bakom) RI dari sebelumnya Rp25 miliar menjadi Rp1,9 triliun. Lonjakan tersebut mencapai 7.700 persen dan memicu respons keras dari warganet.
Kritik tersebut salah satunya dilontarkan melalui unggahan akun @lizzylovespiano17 pada Jumat, 30 Oktober 2026. Unggahan itu menyoroti besaran anggaran yang dinilai tidak masuk akal di tengah kondisi keuangan negara.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, akun tersebut menulis, "GILAAA!! BAKOM RI anggaran 25 Miliar naik jadi 1,9 TRILIUN. Naik 7.700%. BGST!!" Ucapan itu kemudian diikuti sorotan terhadap sejumlah pos anggaran lain yang dinilai terdampak.
"Pendidikan? Habis buat MBG. Dana desa? Habis buat Kopdes. Dana bencana? Dipotong 93%, eh msh dikorupsi jg." Demikian kutipan lengkap dari unggahan tersebut.
Warganet tersebut juga menyoroti wacana penghematan yang digaungkan pemerintah. "Katany 'mau penghematan besar2an'. NONSENSE!! Malah bikin lembaga baru buat pencitraan + pelihara buzzer 2 Triliun."
Unggahan itu turut mempertanyakan urgensi keberadaan sejumlah lembaga dan jabatan. "Buat apa ada Seskab, KSP, Menkominfo, 10 jubir, kalau endingnya butuh BAKOM buat pencitraan? Negara miskin, pencitraannya kaya. Pantas buzzer smakin rajin. Gajian poles2 + cebok2innya gede."
Komentar serupa datang dari akun @iziuss21 yang menyoroti laba BUMN. "Laba BUMN habis buat danantara. Ini klo ada yg bilang efek krn wowo merangi rupiah sick sih. Lah wong ini semua program dia, untung sihh buat dia dan kroco² bukan duit rakyat."
Sindiran lain datang dari akun @adiwirya.hadisaputra. "Pajak rakyat buat foya foya mereka," tulisnya dalam kolom komentar.
Akun @dewopakde juga melayangkan kritik panjang terkait kondisi bangsa. "Hilangnya hutan kalimantan, kurs yang terburuk sepanjang masa, IHSG yang hancur, Nepotisme dan koncoisme di kekuasaan, hilangnya daya beli masyarakat menengah dan bawah, militerisasi di semua hal yang berdampak hilangnya meritokrasi, menghilangkan oligarksi tapi merawat konco maling (lihat transaski PT Bayan), keracunan 55 ribu anak kecil, dll. Hutang negara bertambah dahsyat."
Ia menambahkan, "Dan… ucapan2 kasar jadi terbiasa diucapkan karena dicontohkan RI-1. Itu sebagian kecil pretasi rezim sekarang."
Sementara akun @nvmvin_ menyoroti nilai nominal anggaran tersebut. "1.9T tuh 1900 milyar. 1 milyar itu 1000juta guys. Tp knp skrg liat mreka korup milyaran kyk kecil," tulisnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads