Berita

Gibran Terancam Lengser dan Listyo Sigit Ditahan, M Rizal Fadillah Sebut Joko Widodo Segera Dibui?

Repelita.id

05 November 2026 13:16 WIB

Gibran Terancam Lengser dan Listyo Sigit Ditahan, M Rizal Fadillah Sebut Joko Widodo Segera Dibui?
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pemerhati Politik dan Kebangsaan M Rizal Fadillah membedah situasi politik krusial yang tengah dihadapi oleh mantan Presiden Joko Widodo pasca-runtuhnya berbagai instrumen kekuasaannya pada tanggal 5 November 2026.

ADVERTISEMENT

Menurut analisisnya, kombinasi putusan Mahkamah Konstitusi serta Mahkamah Agung telah memberikan pukulan telak yang meruntuhkan stabilitas posisi politik Gibran Rakabuming Raka.

Kondisi tersebut diperparah oleh pergerakan agresif dari Dewan Perwakilan Rakyat yang dinilai sangat siap untuk mengambil langkah politik krusial demi melengserkan sang Wakil Presiden.

Joko Widodo selaku mentor utama sekaligus figur di balik layar pergerakan ini dipandang mulai didera kepanikan hebat setelah melihat rapuhnya benteng pertahanan sang anak.

Kepanikan masif tersebut kini menyelimuti seluruh anggota keluarga besar istana terdahulu karena menyadari bahwa akhir dari pengaruh kekuasaan mereka sudah berada di depan mata.

M Rizal Fadillah menyatakan rentetan pelanggaran multidimensional yang dilakukan selama masa jabatan dipastikan akan menyeret mantan orang nomor satu di Indonesia itu ke sel tahanan.

Faktor utama yang mempercepat kejatuhan ini adalah jebolnya barisan pertahanan kedua seiring penangkapan dan penahanan terhadap mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Mantan pimpinan tertinggi korps kepolisian tersebut dijebloskan ke penjara terlebih dahulu setelah terbukti menggelar operasi penyadapan ilegal terhadap Presiden RI serta para pejabat negara.

M Rizal Fadillah menilai Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukanlah aktor intelektual utama karena mantan Kapolri tersebut tidak memiliki kepentingan mendasar untuk mengumpulkan data rahasia itu.

Pihak yang dinilai paling membutuhkan informasi hasil sadapan ilegal tersebut adalah Joko Widodo guna melancarkan strategi politik sandera menggunakan kartu kompromat personal.

Tindakan senyap memata-matai pembicaraan para petinggi negara dijalankan demi mengamankan serta memuluskan jalan bagi masa depan karier politik Gibran Rakabuming Raka.

Namun, seluruh skema rahasia tersebut kini dipastikan telah hancur berantakan setelah aparat penegak hukum membongkar tuntas pergerakan klandestin yang dinilai mengarah pada tindakan makar.

Kegagalan total operasi spionase ilegal ini secara otomatis membuat konsekuensi hukum berupa penahanan terhadap diri Joko Widodo menjadi sebuah kepastian yang semakin mendekat.

Di sisi lain, muncul analisis mengenai adanya potensi jalan pintas berupa tindakan mengakhiri hidup yang dipicu oleh rasa putus asa akibat beratnya tekanan politik serta sosial.

M Rizal Fadillah memprediksi kondisi psikologis yang labil ditambah tipisnya pemahaman keagamaan bisa membuat figur tersebut mencari restu dari kalangan mistis demi ketenangan abadi.

Publik diminta tidak terkejut jika dalam waktu dekat muncul kabar mengejutkan mengenai mantan presiden yang memilih mengakhiri hidupnya sendiri akibat tidak kuat menahan beban persoalan.

Kemungkinan tersebut dinilai sama sekali tidak mustahil mengingat pembongkaran kasus hukum dan penahanan seorang mantan Kapolri aktif sebelumnya juga dianggap hal yang tidak mungkin terjadi.

Praktik mencuri informasi penting milik pejabat negara secara rahasia dan ilegal ditegaskan sebagai sebuah perilaku menyimpang yang sangat identik dengan karakter spionase destruktif.

Investigasi menyeluruh terhadap aliran data ilegal ini dipastikan akan bermuara langsung pada Joko Widodo serta Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang bertindak sebagai motor utama spionase.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok








TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung