Repelita Jakarta - Pengamat politik nasional Hendri Satrio kembali melontarkan sorotan tajam yang ditujukan langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Analisis serta kritikan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X pribadinya pada hari Minggu tanggal 27 September tahun 2026.
ADVERTISEMENT
Analis politik yang akrab disapa Hensat itu menilai bahwa sang wakil presiden tidak bisa disamakan begitu saja dengan Joko Widodo.
Meskipun memiliki hubungan darah sebagai putra sulung, rekam jejak dan kapasitas politik kedua figur tersebut dinilai sangat berbeda.
Mestinya Gibran tau diri, bahwa dia bukan Bapaknya.
Gibran bukan Jokowi, ucap Hendri melalui unggahan akun pribadinya pada hari Minggu tanggal 27 September tahun 2026.
Pengamat tersebut kemudian mengungkit kembali latar belakang awal ketika figur muda itu mulai memutuskan untuk terjun ke gelanggang politik.
Statusnya sebagai anak seorang kepala negara pada masa awal karier politik dinilai memberikan keistimewaan tersendiri.
Hal yang paling dasar adalah, saat dia mulai berpolitik statusnya adalah anak Presiden dengan segala "fasilitas"", sambung Hensat dalam narasi kritiknya.
Hendri mempertanyakan sejauh mana ruang bagi sang pemimpin muda untuk membuktikan kemandirian politik di tengah sorotan publik.
Kritik pedas ini ditutup dengan sebuah pertanyaan retoris mengenai kesadaran posisi dalam panggung kekuasaan nasional.
Namun apakah kita masih bisa menyisakan ruang untuk berharap agar Gibran tau diri?, pungkas pengamat tersebut menutup pernyataannya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok