Repelita [Jakarta] - Aktivitas blusukan yang dilakukan Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama ayahnya Jokowi ke berbagai daerah dinilai sebagai langkah awal untuk maju di Pilpres 2029.
Direktur ABC Riset & Consulting Erizal menilai langkah itu penting agar Gibran tak kehilangan dukungan politik di masa mendatang.
ADVERTISEMENT
"Kalau tidak curi start, bukan mustahil nasib Gibran tahun 2029 berakhir tragis," kata Erizal dikutip Senin, 6 Juli 2026.
Ia memperingatkan bahwa Gibran berisiko ditinggal oleh partai-partai dan juga pemilih jika tak bergerak sejak dini.
"Hanya relawan yang setia bersama, itupun jumlahnya tidak signifikan," tambahnya.
Erizal melihat momen saat ini cukup menguntungkan karena sejumlah program unggulan Prabowo Subianto sedang bermasalah.
Gibran disebut mencoba mencari celah untuk tampil dan menarik perhatian publik.
"Siapa tahu ada sinar yang menerangi Gibran," ujar Erizal.
Ia menilai safari politik yang dilakukan Jokowi dan Gibran justru menguntungkan bagi Prabowo dan partai lainnya.
Sebab, dengan langkah itu, Prabowo tak perlu lagi bersusah payah menentukan pilihan.
"Satu sisi Prabowo tak perlu lagi memilih, karena Gibran dan Jokowi sendiri sudah memilih," jelas Erizal.
Namun, di sisi lain, akan teruji apakah popularitas Jokowi masih besar di lapangan atau hanya di atas kertas.
Erizal meyakini pemilih Indonesia memiliki prinsip yang kuat dalam menentukan pilihan politiknya.
"Saya percaya, pemilih Indonesia itu berprinsip, sudah ya sudah, bukan sudah tapi belum," katanya.
Ia menambahkan bahwa publik cenderung tidak kembali pada figur yang sama di periode berikutnya.
"Pisang tak akan berbuah dua kali," pungkas Erizal mengibaratkan dinamika politik yang sedang terjadi.
Hingga kini, baik Gibran maupun Jokowi belum memberikan pernyataan resmi terkait wacana pencalonan di 2029. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok