Berita, Nasional

Gibran di Ujung Tanduk? Husein Dongoran Ungkap Sinyal Politik dari Lingkar Kekuasaan

Repelita.id

24 September 2026 23:33 WIB

Gibran di Ujung Tanduk? Husein Dongoran Ungkap Sinyal Politik dari Lingkar Kekuasaan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pegiat jurnalisme investigasi Husein Abri Yusuf Dongoran membeberkan informasi internal mengenai keretakan hubungan politik di lingkar kekuasaan pusat melalui tayangan video di kanal YouTube Hussein Dongoran.

Wawancara interaktif yang dipandu secara berkala oleh pengamat politik Hendri Satrio tersebut mengulas secara tajam judul spekulatif Gibran di Ujung Tanduk?.

ADVERTISEMENT

Dalam pemaparannya Husein memaparkan adanya sinyal kuat bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai mempertimbangkan opsi alternatif di luar wakil presiden petahana karena situasi politik yang makin krusial.

Ia membongkar munculnya tiga nama kandidat potensial dari jajaran kader internal partai penguasa dengan mengutarakan kalimat, "per hari ini Prabowo mungkin saja tidak mau dengan Gibran lagi Makanya muncul tiga nama Tedy Sukiono dan Sudario".

Jurnalis senior ini juga mengungkap minimnya komunikasi serta koordinasi intensif yang terbangun di antara kedua pimpinan lembaga eksekutif tertinggi tersebut selama menjalankan roda pemerintahan.

Berdasarkan hasil wawancara konfirmasi langsung yang dilakukannya bersama pihak istana, terungkap fakta mengenai renggangnya hubungan personal di antara para pemimpin negara.

Husein menyampaikan kesaksian otentik dari narasumber lingkar dalam kekuasaan itu dengan melontarkan ucapan, "pas saat kami ketemu pertama kali kami nanya Ibran sering enggak sih ee diskusi dengan Bapak begitu? Heeh Jarang dia bilang telepon pun jarang dia bilang".

Lebih lanjut ia menilai bahwa mantan Presiden Joko Widodo telah mengalkulasi secara matang seluruh risiko politik terkait dan mulai merancang strategi pemenangan baru melalui kendaraan partai PSI.

Langkah konsolidasi ke daerah tersebut dinilai sebagai upaya strategis guna merangkul kembali basis massa yang kecewa demi mengamankan posisi bargaining politik keluarga di masa depan.

Husein menutup analisisnya dengan menegaskan bahwa Joko Widodo memiliki kemampuan taktis yang tinggi dalam membaca arah pergerakan koalisi termasuk memanfaatkan kebocoran informasi ruang publik untuk membalikkan keadaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung