Repelita Jakarta - Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari jurnalis senior Edy Mulyadi terkait adanya dugaan gerakan bawah tanah yang masif dari kelompok tertentu menjelang dinamika politik terkini.
Melalui unggahan terbaru di kanal YouTube Bang Edy Channel, ia membeberkan cerita dari beberapa aktivis yang mengaku sempat mendapatkan tawaran uang dalam jumlah fantastis dari pihak yang ia sebut sebagai Geng Oslo.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan pernyataan dalam video yang diunggah pada hari Jumat, 11 September 2026, Edy menjelaskan bahwa para aktivis tersebut merupakan orang-orang yang pernah menjadi korban kriminalisasi dan ditahan selama periode pemerintahan sebelumnya.
Pihak pembawa pesan tersebut menawarkan dana sebesar Rp5 miliar agar para aktivis ini bersedia mengalihkan lokasi acara mereka dari Jakarta menuju Solo.
Tidak hanya sekadar iming-iming materi berupa uang operasional, kelompok tersebut juga menjanjikan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 bagi kasus-kasus hukum para aktivis yang hingga kini masih menggantung.
Meskipun sempat terjadi perdebatan sengit dan perbedaan pandangan di internal mereka, para aktivis tersebut pada akhirnya memilih untuk menolak tawaran tersebut demi menjaga integritas pergerakan mereka.
Di sisi lain, mantan anggota Badan Intelijen Negara, Candra Srijasa, beserta mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo juga dilaporkan mengendus adanya pergerakan senyap yang serupa di dalam peta politik nasional.
Mereka menilai manuver ini sebagai bentuk upaya sistematis untuk menggerogoti stabilitas pemerintahan serta barisan loyalis Presiden Prabowo Subianto dari berbagai lini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok