Berita, Nasional

Gerebek Narkoba Legislator Gerindra, 7 Polisi Surabaya Dimutasi: Guntur Romli Pertanyakan Kebijakan

Repelita.id

02 November 2026 23:29 WIB

Gerebek Narkoba Legislator Gerindra, 7 Polisi Surabaya Dimutasi: Guntur Romli Pertanyakan Kebijakan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah sorotan tajam datang dari pegiat media sosial terkait kebijakan mutasi internal di lingkungan kepolisian Jawa Timur setelah adanya tindakan hukum terhadap pejabat daerah.

ADVERTISEMENT

Unggahan yang memicu perbincangan publik ini dibagikan secara terbuka melalui sebuah kiriman digital pada hari Senin, 2 November 2026.

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @gunromli yang mempertanyakan keputusan pemindahan tugas para personel aparat penegak hukum tersebut.

"Mengapa 7 Polisi yg Menggerebek Anggota DPRD Gerindra Pesta Narkoba Dimutasi?" tulis akun @gunromli pada Senin, 2 November 2026.

Pembuat konten tersebut menyatakan keinginannya untuk tetap bersikap proporsional dan adil dalam menilai kinerja institusi kepolisian negara.

"Saya ingin objektif memandang polisi. Kalau salah, saya kritik. Kalau benar, saya bela." lanjut akun @gunromli pada Senin, 2 November 2026.

Dalam narasinya dijelaskan bahwa sebanyak tujuh personel dari Korps Bhayangkara telah berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan barang haram.

Para petugas dari Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tersebut melakukan tindakan hukum terhadap tiga orang oknum legislator tingkat daerah.

Langkah tegas para petugas di lapangan itu sebenarnya mendapatkan dukungan penuh dari struktur internal partai politik yang bersangkutan.

"7 anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menggerebek pesta narkoba 3 anggota DPRD Gerindra. Padahal Gerindra Jatim sendiri merekomendasikan pemecatan. Artinya, polisi bekerja benar." tambah akun @gunromli pada Senin, 2 November 2026.

Namun situasi menjadi janggal ketika para personel yang dinilai berprestasi tersebut justru dipindahtugaskan ke wilayah operasional yang lebih kecil.

"Lalu apa hadiahnya? Mereka dimutasi. Dari Polrestabes, "dilempar" ke polsek-polsek." keluh akun @gunromli pada Senin, 2 November 2026.

Kebijakan internal ini pun menyisakan tanda tanya besar mengenai kejelasan regulasi serta latar belakang pengambilan keputusan tersebut.

"Kenapa? Apa salahnya? Prosedur mana yg delanggar?" pungkas akun @gunromli pada Senin, 2 November 2026.

Tanggapan beragam langsung mengalir deras dari para pengguna internet yang ikut memberikan opini mereka di kolom komentar.

"Ada apa dgn kapolrestabes nya???" tulis akun @linggarejeki pada Senin, 2 November 2026.

Ada pula warganet yang mengaitkan fenomena pemindahan tugas ini dengan dugaan adanya kepentingan tertentu di luar koridor hukum.

"Institusi lagi terima pesanan/orderan." timpal akun @jho_chentz0466 pada Senin, 2 November 2026.

Dukungan terhadap sikap kritis tersebut juga disuarakan oleh pengguna lain yang meminta adanya perlindungan bagi para petugas berintegritas.

"Setuju sekali pak, polisi yang bekerja dengan benar harus di lindungi dari tekanan politik dan intervensi elite. Supaya semakin banyak polisi baik yang lebih menonjol dan mengurangi polisi busuk" sahut akun @nbayudian pada Senin, 2 November 2026.

Kekecewaan mendalam terhadap pucuk pimpinan tertinggi kepolisian nasional turut diutarakan oleh salah satu netizen.

"Baru aja di pilih kapolri nya ternyata lebih parah dr kapolri terdahulu nya, ahk sdh lah gk percaya sama kapolri kata nya beragama tp kok tdk dapat berita sama sekali atau takut sm prabowo , di mana kekuasaan mu kapolri baru" cetus akun @banipurwadi pada Senin, 2 November 2026.

Hingga saat ini publik masih terus memantau perkembangan dan menunggu kejelasan resmi terkait nasib para petugas tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung