Berita, Nasional

[GERAM] Jusuf Kalla Sebut Jokowi Bukan Apa-Apa Tanpa Perannya: Saya yang Bawa ke Jakarta, Saya yang Bikin Jadi Presiden

Repelita.id

19 April 2026 11:38 WIB

[GERAM] Jusuf Kalla Sebut Jokowi Bukan Apa-Apa Tanpa Perannya: Saya yang Bawa ke Jakarta, Saya yang Bikin Jadi Presiden
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jusuf Kalla meluapkan kemarahan dan kegeramannya di tengah pusaran isu ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dengan menegaskan bahwa Jokowi bukan apa-apa tanpa peran besarnya.

Ia mengaku geram atas pernyataan Rismon Sianipar yang menuding dirinya mendanai polemik dugaan ijazah Jokowi dengan klaim pemberian dana Rp5 miliar yang dinilai tidak berdasar.

ADVERTISEMENT

Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa, itu pengalihan saja, jadi saya marah kenapa? ujar JK kepada awak media pada Minggu, 19 April 2026.

Apalagi saya dituduh kasih Rp5 M, mana saya kasih Rp5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak, ini buktinya WA-nya, tidak saya bilang, tegas JK membantah keras klaim tersebut.

Dalam pengakuannya yang penuh emosi, JK menegaskan bahwa Jokowi tidak akan pernah menjadi presiden tanpa campur tangan dan peran besarnya dalam mengorbitkan karier politik mantan Wali Kota Solo tersebut.

Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta, kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya, kata JK dengan nada tinggi dan penuh penekanan.

Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur, saya yang bawa, ucapnya kembali menegaskan peran historisnya yang selama ini jarang diungkap ke publik.

JK juga menyinggung bahwa dirinya adalah sosok yang mendorong Jokowi untuk maju dari tingkat daerah hingga akhirnya menjadi pemimpin nasional yang dikenal sekarang.

Tanpa langkah strategis yang ia ambil saat itu, JK meyakini karier Jokowi tidak akan pernah sampai ke level nasional seperti yang dicapai saat ini.

Pernyataan ini muncul saat JK menanggapi laporan polisi terkait ceramahnya di Universitas Gadjah Mada, namun ia memilih tidak berspekulasi apakah dirinya sedang dipolitisasi.

Ia juga mengungkap bahwa dirinya sempat dihubungi oleh Roy Suryo dan Rismon, namun menolak komunikasi tersebut demi menjaga posisi netral di tengah isu yang kian memanas.

Tak hanya membantah tuduhan, JK juga menyinggung polemik ijazah yang telah berlangsung lama dan menilai isu tersebut seharusnya segera diselesaikan dengan keterbukaan.

Pengakuan geram JK ini menambah babak baru dalam dinamika politik nasional di tengah pusaran isu yang kian melebar dan melibatkan sejumlah tokoh besar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung