Berita, Nasional

Gerakan Jatuhkan Prabowo Sudah Terbaca Ketua Relawan Kecam Wacana Transisi Kekuasaan, Peringatkan Prabowo Waspadai Ancaman dari Lingkaran Dalam

Repelita.id

27 August 2026 00:23 WIB

Gerakan Jatuhkan Prabowo Sudah Terbaca Ketua Relawan Kecam Wacana Transisi Kekuasaan, Peringatkan Prabowo Waspadai Ancaman dari Lingkaran Dalam
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pimpinan kelompok relawan pendukung pemerintah melontarkan kritik pedas terhadap wacana percepatan transisi kekuasaan yang sempat mencuat ke publik.

Kecaman tersebut dilayangkan menyusul beredarnya rekaman video kontroversial yang dinilai mencederai rasa keadilan para pendukung setia kepala negara.

ADVERTISEMENT

Pihaknya menegaskan bahwa setiap upaya pergantian tampuk kepemimpinan mutlak harus melalui mekanisme pemilihan umum resmi sesuai konstitusi.

“Jadi, sangat tidak etis diucapkan oleh seorang tokoh negara sekelas Budi Arie maupun Pak Jokowi, walau Pak Jokowi cuma diam saja,” ujar Kurniawan.

Lebih lanjut, gelombang tekanan bertubi-tubi yang dialami sang presiden belakangan ini diindikasikan sarat akan muatan agenda terselubung.

Pemerintahan yang sah dituding kerap menjadi sasaran empuk serangan pihak tertentu yang merasa kepentingannya terganggu oleh kebijakan pembenahan nasional.

“Gini, kan dalam berapa bulan ini Pak Prabowo ini kan diserang dari semua sisi, kan. Ya, jadi apa pun yang dilakukan oleh Pak Prabowo itu salah di mata mereka,” kata Kurniawan.

Potensi rongrongan dari dalam struktur lingkaran kekuasaan turut menjadi poin peringatan keras bagi stabilitas internal kabinet saat ini.

Keberadaan oknum pembantu presiden yang disinyalir tidak sejalan dengan visi misi kepala negara diminta segera dievaluasi secara menyeluruh.

“Makanya saya berulang kali sampaikan kepada Pak Prabowo lebih hati-hati, jangan mudah percaya kepada siapa pun termasuk dari orang-orang yang ada di lingkaran dalam,” ujarnya.

Menyinggung agenda unjuk rasa massal di ibu kota, massa pendukung diimbau agar tetap mematuhi koridor hukum tanpa tindakan anarkis.

Hak menyampaikan pendapat di muka umum dipandang sah asalkan dijalankan secara tertib demi menjaga keamanan serta ketertiban bersama.

“Semua orang boleh menyampaikan aspirasi baik tertulis ataupun lisan di muka umum pun boleh. Dari mana-mana juga boleh datang ke Jakarta. Yang penting ikuti aturan, ya. Ikuti aturan, jangan merusak, jangan anarkis,” ujarnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung