Berita, Timur Tengah

Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir Lusa, Iran Siaga Penuh Isi Ulang Rudal dan Drone Lebih Cepat dari Sebelum Perang

Repelita.id

19 April 2026 23:39 WIB

Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir Lusa, Iran Siaga Penuh Isi Ulang Rudal dan Drone Lebih Cepat dari Sebelum Perang
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Tenggat waktu gencatan senjata antara Iran melawan AS-Israel akan berakhir pada Selasa, 21 April 2026, dan Iran menyatakan siap siaga seandainya perang berlanjut karena hingga saat ini belum ada titik temu antara kedua belah pihak.

Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, berjanji untuk terus membela kemerdekaan, integritas teritorial, dan keamanan negara di darat, udara, serta laut dengan pasukan yang tetap siap menghadapi musuh secara tegas.

ADVERTISEMENT

Pasukan kita akan menghadapi musuh sampai nafas terakhir dengan jari di pelatuk, siap untuk konfrontasi dan untuk berkorban, kata Hatami sebagaimana dilansir Al Jazeera pada Ahad, 19 April 2026.

Ia menyatakan bahwa pasukan Iran termotivasi oleh semangat pengorbanan dan jihad, serta telah berjanji untuk berkomitmen teguh pada misi mereka dalam menjaga kedaulatan negara.

Selain menyiagakan pasukan, Iran juga mengisi ulang kemampuan rudal dan drone mereka dengan kecepatan lebih tinggi daripada sebelum perang dimulai, menurut seorang komandan militer Iran.

Tidak seperti Iran, musuh belum mampu membangun kembali amunisinya selama gencatan senjata, kata Komandan Angkatan Udara Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, kepada Nournews pada Ahad, 19 April 2026.

Selama gencatan senjata, kecepatan kita dalam memperbarui dan mengisi kembali landasan peluncuran rudal dan drone bahkan lebih cepat daripada sebelum perang, kita tahu bahwa musuh tidak mampu menciptakan kondisi ini untuk diri mereka sendiri, tambah Mousavi.

Mereka terpaksa membawa amunisi dari sisi lain dunia secara bertahap, mereka kalah dalam tahap perang ini, mereka kehilangan Selat Hormuz, Lebanon, dan kawasan ini, tegas Mousavi.

Hingga saat ini belum ada titik temu antara Iran dan AS-Israel karena tuntutan Washington yang meminta penghentian total program nuklir Iran ditolak mentah oleh pemerintah di Teheran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Iran tidak mencari perang dan hanya bertindak untuk membela diri terhadap serangan AS dan Israel, serta menekankan komitmen negaranya terhadap perdamaian dan stabilitas regional.

Ia menuduh AS dan Israel menargetkan infrastruktur sipil dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional serta bukti standar ganda dalam hak asasi manusia.

Kami tidak menyerang negara mana pun, dan dalam situasi saat ini kami tidak bermaksud menyerang pihak mana pun, dan kami hanya membela diri secara sah, kata Pezeshkian sebagaimana dikutip oleh kantor berita ISNA pada Ahad, 19 April 2026.

Jangan sampai ada yang mengatakan bahwa Iran mencari perang, sebaliknya kami cinta damai dan apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah, sama seperti setiap manusia bereaksi terhadap agresi, suatu bangsa juga membela diri terhadap serangan, tegas Presiden Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung