Berita, Viral Sosmed

Gen Alpha Sentil MBG: Dinilai Boros Anggaran, Tak Tepat Sasaran, hingga Picu Keracunan Anak

Repelita.id

05 September 2026 22:26 WIB

Gen Alpha Sentil MBG: Dinilai Boros Anggaran, Tak Tepat Sasaran, hingga Picu Keracunan Anak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi bahan perbincangan di media sosial setelah sejumlah pengguna Threads menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan program tersebut.

Sorotan itu muncul melalui unggahan akun @sorazen7 pada 5 September 2026 yang menyinggung pandangan anak-anak terhadap pelaksanaan MBG.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, akun tersebut secara langsung menyampaikan kritik kepada pihak yang disebut sebagai “Wok” dan menilai terdapat persoalan dalam penggunaan anggaran maupun ketepatan sasaran program.

“Wok, lihat dan denger noh wok!!! Ga malu sama gen alpha lu wok?? Mereka aja nyampe pikirannya kalau program lu tuh cuman pemborosan anggaran! Cuma memperbanyak sampah makanan (salah satu faktor perusak alam terparah) dan tidak tepat sasaran! MBG bagaikan penyiksaan bagi mereka yang Ibu Bapaknya bertanggung jawab dan menyiapkan makan untuk anaknya dengan rasa yang sangat jauh lebih enak dan layak sertadhampir pasti gak beracun! Beda kelas sama program lu yang udah puluhan ribu anak keracunan wok!”

Unggahan tersebut kemudian memancing berbagai respons dari pengguna Threads yang menyoroti kualitas makanan, penerimaan anak-anak, hingga persoalan yang mereka kaitkan dengan pelaksanaan MBG.

Akun @faradibaftr_ memberikan reaksi singkat yang menunjukkan kekecewaan setelah mengetahui persoalan yang dibahas dalam unggahan tersebut.

“Marah banget pas tau ini😭😭😭😭”

Komentar lain datang dari akun @jamiejamesyeah yang menilai anak-anak justru memiliki pandangan kritis terhadap program tersebut.

“Anak anak ini jauh lebih pintar daripada buzzer buzzer 🤣”

Sementara itu, akun @ririn_aguan menyoroti kemungkinan munculnya tekanan terhadap guru yang dikaitkan dengan persoalan tersebut.

“Semoga ibu guru ini gak di intimidasi, gak disuruh minta maaf dan disuruh takedown.”

Kekhawatiran serupa juga disampaikan akun @abi.fathan2022 yang menduga guru tersebut dapat berhenti terlihat dalam perbincangan publik.

“Ga lama si ibu guru menghilang dari lane”

Pengalaman dari lingkungan keluarga turut disampaikan akun @dindaraaa__ yang mengaku anaknya tidak menikmati makanan MBG ketika menerima paket makanan tersebut.

“Jujur emang MBG tuh bikin anak tertekan, anak aku udah paling Bete kalo nerima MBG ga dia sentuh sedikit pun , kata dia makanannya aneh aku mending makan telor sama kecap dirumah”

Di tengah rangkaian kritik tersebut, akun @fajarwidaryanto memberikan komentar bernada optimistis mengenai perkembangan situasi.

“I see the light by the end of the tunnel”

Kritik terhadap cara pemerintah memperoleh informasi mengenai kondisi di lapangan juga disampaikan akun @koko_mico yang menyinggung pernyataan pemerintah berdasarkan laporan yang diterima.

“Wowo ga pernah buka sosmed, tau nya cuma dr "saya dapat laporan".”

Sementara itu, akun @v.q.f.m membawa pembahasan pada isu pemberantasan korupsi yang menurutnya harus tetap berjalan.

“Terserah dah mau libur/kagak yg penting korupsi gak boleh libur.”

Adapun akun @dontcry_ss memberikan respons singkat terhadap rangkaian pernyataan yang beredar.

“Wkwkwkwk ini sih yes... 🤣”

Rangkaian tanggapan tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan mengenai MBG tidak hanya berkutat pada persoalan anggaran, tetapi juga menyentuh pengalaman penerima manfaat, penerimaan anak terhadap makanan, kualitas pelaksanaan, serta tuntutan transparansi.

Namun, pernyataan mengenai pemborosan anggaran, ketidaktepatan sasaran, hingga jumlah anak yang disebut mengalami keracunan merupakan klaim dan penilaian yang muncul dalam unggahan serta komentar pengguna media sosial, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai fakta terverifikasi tanpa dukungan data dan keterangan resmi.

Perdebatan mengenai MBG pun menunjukkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk keamanan pangan, kualitas menu, distribusi, efektivitas penggunaan anggaran, serta mekanisme pengawasan agar tujuan program benar-benar dirasakan masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung