Berita, Nasional

[GEGER] Ubedilah Badrun Soroti 80 Juta Rakyat Stres Akibat Ekonomi dan Potensi Ledakan Gerakan Sosial

Repelita.id

19 October 2026 19:05 WIB

[GEGER] Ubedilah Badrun Soroti 80 Juta Rakyat Stres Akibat Ekonomi dan Potensi Ledakan Gerakan Sosial
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pengamat sosiologi politik Ubedilah Badrun menyoroti adanya krisis kesehatan mental massal yang melanda puluhan juta penduduk akibat impitan finansial di lapangan.

ADVERTISEMENT

Ia memaparkan temuan yang mengonfirmasi bahwa puluhan juta warga negara saat ini tengah menghadapi tekanan psikologis yang sangat berat karena faktor keterpurukan ekonomi domestik.

Pernyataan ilmiah serta ulasan tajam mengenai rapuhnya stabilitas sosial masyarakat tersebut disiarkan secara visual melalui tayangan video orisinal di kanal YouTube Opini Rakyat.

Dalam program evaluasi dua tahun jalannya pemerintahan nasional itu, Ubedilah Badrun membeberkan indikator keprihatinan yang merujuk pada data resmi instansi kesehatan.

"data yang dari Kementerian Kesehatan 80 juta penduduk ini mengalami gangguan jiwa 80 juta ya 80 juta orang Jadi ada faktor ekonomi yang paling dominan untuk mempengaruhi itu" ungkap Ubedilah Badrun pada Senin (19/10/2026).

Menurut analisisnya, akumulasi kekecewaan massal yang bercampur dengan arogansi kebijakan dari jajaran elite kekuasaan berpotensi melahirkan gelombang perlawanan sipil yang sangat masif.

"Ini kalau secara teori sosiologi politik ini potensi munculnya social movement yang luar biasa besar Iya Jadi ledakan sosial akan terjadi luar biasa I dan ini enggak bisa dibendung" jabar Ubedilah Badrun secara terbuka.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti turut membenarkan adanya penurunan legitimasi kekuasaan di mata publik berdasarkan hasil temuan lembaga riset nasional SMRC.

"ya kita kan enggak perlu lagi menjelaskannya karena banyak survei yang sudah menyebutkan tingkat kepuasan yang makin merosot Ya terakhir seingat saya adalah ee SMRC yang menyebutkan tingkat kepuasan sekarang sudah di bawah 50%" papar Ray Rangkuti.

Kondisi tersebut dipertegas oleh ekonom senior Prof Feri Latuhihin yang memberikan penilaian teramat rendah terhadap pencapaian finansial negara akibat hilangnya kepercayaan pemegang modal global.

"2 tahun pemerintahan Prabowo ini itu kan yang dimain ya itu kalau boleh bilang gua gua mesti nilai nih bos ya dari satu dari 1 sampai 10 itu nilainya minus1 Seriuslah minus sat Ekonomi ini minus sat Ya minus satu karena mundur" tegas Prof Feri Latuhihin mengakhiri ulasan diskusi pakar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok










TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung