Repelita Jakarta - Publik digegerkan oleh kemunculan cuplikan rekaman video di media sosial TikTok mengenai kejanggalan prosesi pelantikan kelulusan Gibran Rakabuming Raka di Management Development Institute of Singapore atau MDIS.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan tayangan analisis akademik yang disiarkan oleh kanal YouTube Saluran Herman Somantri pada Kamis, 15 Oktober 2026, keanehan mencuat lantaran proses pemindahan tali toga dalam dokumentasi foto tidak dilakukan oleh rektor perguruan tinggi asal Inggris tersebut.
Narasumber dalam video menerangkan bahwa sosok yang menyerahkan lembar ijazah dalam prosesi sakral pada tanggal 13 November 2010 itu adalah Profesor S Bruce Dowton yang merupakan Wakil Rektor Macquarie University Sydney Australia.
Fakta tersebut dinilai tidak lazim dan mengundang tanda tanya besar dari kalangan netizen karena Gibran Rakabuming Raka tercatat sebagai mahasiswa program studi marketing di bawah naungan University of Bradford.
Berdasarkan penelusuran rekam jejak riwayat institusi pendidikan global, posisi Profesor S Bruce Dowton pada tahun 2010 sebenarnya belum menjabat sebagai rektor atau vice chancellor di universitas negeri asal Australia tersebut.
Narasumber menjelaskan di dalam tayangan video bahwa Profesor S Bruce Dowton kala itu bertindak selaku penguji tamu atau guest examiner eksternal saat pelaksanaan sidang tugas akhir kelulusan Gibran Rakabuming Raka.
Silsilah keahlian Profesor S Bruce Dowton sendiri sejatinya merupakan seorang pakar klinis medis yang aktif mengajar di bawah bendera Harvard Medical School Amerika Serikat dan bukan bagian staf akademisi resmi dari University of Bradford.
Latar belakang sistem kemitraan transnasional itu dikaji lebih dalam berdasarkan perspektif regulasi Skill Future Singapore yang diawasi langsung oleh Kementerian Tenaga Kerja Singapura dan bukan oleh Kementerian Pendidikan setempat.
Sebagai lembaga diklat swasta, MDIS secara aturan hukum tidak diperbolehkan menerbitkan lembar ijazah strata satu secara mandiri sehingga mereka menerapkan metode kontrak sewa kurikulum luar negeri selama kurun waktu tujuh tahun.
Melalui metode kerja sama modul tersebut, para mahasiswa tetap berkuliah secara fisik di Singapura dengan bimbingan dosen lokal namun akan menerima kelulusan resmi dari University of Bradford Inggris.
Terkait sistem pembelajaran harian, narasi mengenai adanya dosen terbang yang rutin bertolak dari Inggris menuju Singapura setiap pekan disanggah karena durasi perjalanan penerbangan langsung menghabiskan waktu hingga 14 jam.
Tim pengajar dari University of Bradford tercatat hanya mendatangi kampus MDIS maksimal sebanyak dua kali dalam satu semester untuk keperluan mengisi loka karya, seminar, serta kuliah umum berdurasi dua minggu.
Kejanggalan prosesi wisuda regional itu dinilai dapat dimaklumi secara internasional karena lembar otentik dokumen ijazah milik Gibran Rakabuming Raka tetap ditandatangani oleh Profesor Mark Cleary selaku Rektor University of Bradford periode 2007 hingga 2013.
Meskipun keabsahan tanda tangan berkas dinyatakan sah, narasumber yang berprofesi sebagai dosen senior itu menilai kualitas mutu pendidikan kampus MDIS Singapura secara peringkat global masih berada di urutan 9.000 dunia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok