Berita, Viral Sosmed

[GEGER] Ribuan Peserta SCE 2026 di Medan Kerjakan Soal LJK Lesehan Tanpa Meja, Fasilitas Dipertanyakan

Repelita.id

12 October 2026 17:04 WIB

[GEGER] Ribuan Peserta SCE 2026 di Medan Kerjakan Soal LJK Lesehan Tanpa Meja, Fasilitas Dipertanyakan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pelaksanaan ajang kompetisi sains bagi kalangan pelajar di wilayah Sumatera Utara menuai gelombang protes keras akibat buruknya penyediaan fasilitas dari pihak panitia.

Kondisi penataan ruang yang kacau dinilai telah mengorbankan kenyamanan fisik serta kondisi mental dari ribuan anak-anak peserta ujian di lokasi.

ADVERTISEMENT

Keterangan mengenai kacaunya pelaksanaan kegiatan olimpiade tersebut bersumber dari unggahan akun @_bantenpop pada 12 Oktober 2026.

Akun tersebut menuliskan, "Hancur banget mental anak-anak yang mau ikut Science Competition Expo (SCE) 2026 kemarin di USM Indonesia, Medan. Bukannya dapet fasilitas bagus, ribuan anak malah disuruh ngerjain soal LJK lesehan di lantai dan kursi tanpa meja."

Selain ketiadaan sarana meja penunjang ujian, keterlambatan jadwal pengerjaan soal juga dilaporkan berlangsung hingga waktu berjam-jam dari agenda semula.

Kepadatan jumlah massa yang tidak diantisipasi membuat akses evakuasi darurat menjadi tersumbat hingga membahayakan keselamatan sistem pernapasan para peserta.

Unggahan lanjutan dari akun @_bantenpop pada tanggal yang sama merinci kekacauan jalur evakuasi serta adanya tuntutan hukum dari para orang tua.

Ia menyatakan, "Sesi ujian molor berjam-jam, tangga darurat cuma satu jalur sampai anak-anak kejepit dan kehabisan napas. Panitia ke mana? Banyak orang tua yang nuntut refund dan minta izin lembaga ini dicabut! Sender spill kronologi lengkapnya di bawah"

Buruknya manajemen operasional komersial berkedok ajang akademis ini langsung memancing beragam reaksi kecaman dari para warga digital.

Seorang warganet dengan nama akun justlonelytrader mengkritisi kejanggalan format promosi poster sejak awal sebelum pendaftaran dibuka.

Netizen tersebut menuliskan, "Ciri2 acara nggk bener, brosurnya ada foto2 nggk jelas jga😷"

Kritik terhadap keaslian esensi kompetisi sains tersebut juga diragukan kredibilitasnya oleh sebagian masyarakat pengguna media sosial lainnya.

Komentar mengenai status keabsahan kejuaraan yang dianggap tidak resmi tersebut disampaikan oleh akun david.zuka.

Ia menuliskan, "Olimpiade jadi jadian ini mah.... Pialanya aja gubernur punya"

Kelalaian ini juga memicu sorotan tajam yang dialamatkan langsung kepada pucuk pimpinan pemerintahan daerah selaku pemegang otoritas wilayah.

Sindiran mengenai tanggung jawab kepemimpinan sang kepala daerah dituliskan secara blak-blakan oleh akun quotejancok.

Ia menuliskan, "Eehhh si @bobbynst lagi ini gubernurnya 🤣"

Di sisi lain, publik mempertanyakan peruntukan alokasi dana setoran dari setiap peserta yang dinilai tidak sebanding dengan pelayanan riil.

Keluhan mengenai nominal biaya registrasi tanpa fasilitas layak tersebut dipertanyakan oleh akun ahonacares.

Ia menuliskan, "Astaga, trus uang pendaftaran 120K itu utk apa?"

Dorongan agar instansi kementerian terkait segera turun tangan melakukan audit investigasi juga disuarakan secara resmi melalui penandaan akun lembaga.

Permintaan perhatian khusus terhadap kendala operasional pendidikan tersebut dilontarkan oleh akun suryakeadilan.

Ia menuliskan, "@kemendikbud.ri , attention"

Tidak hanya kepada kementerian, desakan pembubaran serta pencabutan izin operasional panitia juga diminta agar segera dieksekusi oleh pihak gubernur.

Tuntutan ketegasan sanksi bagi penyelenggara kompetisi sains abal-abal tersebut ditegaskan kembali oleh akun suryakeadilan.

Ia menuliskan, "@bobbynst , agar di cabut izin dan bubarkan kepanitiaan olimpiade science Abal Abal ini"

Penilaian negatif terakhir ditutup dengan tuduhan adanya praktik komersialisasi ilegal yang memanfaatkan antusiasme pendidikan anak-anak demi keuntungan sepihak.

Pernyataan mengenai indikasi pemerasan berselubung kegiatan edukasi tersebut disimpulkan secara singkat oleh akun ismail__harahap.

Ia menuliskan, "Pungli berkedok pendidikan" (*)

Editor: 91224 R-ID Elok




View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung