Repelita [Jakarta] - Kepala Negara Prabowo Subianto melontarkan kritikan tajam kepada pihak tertentu yang dinilai masih mempertahankan watak menyerupai londo ireng pada era modern ini.
Pernyataan tersebut disampaikan sang presiden dalam acara peringatan hari lahir partai politik yang berlangsung di gedung konvensi kawasan Senayan.
ADVERTISEMENT
Beliau menyatakan bahwa karakter pengkhianat bangsa tersebut kini menjelma dalam wujud profesi berbeda untuk menutupi identitas aslinya.
"Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?" ucap kepala pemerintahan secara langsung.
Menurut pandangan tokoh nomor satu negeri ini, mentalitas segelintir masyarakat yang mengabdi pada kepentingan asing sudah berakar sejak masa kolonial belanda.
Selain menyoroti masalah tersebut, sang pemimpin negara turut menyayangkan pemberitaan pers nasional yang dinilai tidak berimbang terkait renovasi fasilitas belajar.
Beliau memaparkan bahwa kabinetnya telah merampungkan perbaikan gedung sekolah dengan jumlah mencapai lebih dari enam puluh tujuh ribu unit.
Bahkan target ambisius telah dicanangkan untuk mendandani seratus ribu sekolah pada tahun anggaran berikutnya demi kemajuan dunia pendidikan nasional.
"Yang sekian belas tahun tidak disentuh. Saudara-saudara, ada juga media-media yang... ya kan? Walaupun kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama, aduh," ungkapnya.
Kendati demikian, sang presiden memilih menahan diri untuk tidak membeberkan identitas lembaga pers yang memuat pemberitaan miring tersebut.
Beliau menegaskan bahwa pemerintah sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat serta tidak pernah alergi terhadap kritik konstruktif dalam alam demokrasi.
"Dia kira kita nggak ngerti, saya nggak sebutlah media mana itu. Kalau saya sebut, ya.. pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahulah. Kita negara demokrasi. Kita tidak anti-kritik. Tapi kita bukan anak kecil," tegasnya.
Menutup pidatonya, sang kepala negara menanggapi berbagai ramalan pihak luar yang kerap menyebut nusantara akan segera mengalami kehancuran total.
Prediksi buruk mengenai keruntuhan ekonomi dan politik tersebut dipastikan meleset total karena tidak pernah terbukti kenyataannya hingga detik ini.
"Jadi Saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan kolaps, bulan April akan kolaps eh, April lewat enggak kolaps, bulan Mei akan kolaps. Bulan Mei lewat enggak kolaps. Juni akan kolaps. Bulan Juli akan kolaps, tiap bulan akan kolaps," pungkasnya (*)
Editor: 91224 R-ID Elok