Berita, Nasional

[GEGER] Mulai Realistis! Jokowi Tak Lagi Memaksakan Gibran Jadi Wapres Prabowo

Repelita.id

10 October 2026 19:40 WIB

[GEGER] Mulai Realistis! Jokowi Tak Lagi Memaksakan Gibran Jadi Wapres Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mantan Presiden Joko Widodo dinilai mulai bersikap realistis dalam menghadapi dinamika politik terbaru menyusul keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi terkait keabsahan berkas administrasi pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Analisis mendalam mengenai perubahan peta kekuatan sisa dinasti politik tersebut disampaikan secara langsung oleh jurnalis senior Hersubeno Arief melalui tayangan video di kanal YouTube Hersubeno Point pada akhir pekan, Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Langkah hukum dari lembaga konstitusi yang menyatakan tidak menemukan bukti fisik ijazah Sekolah Menengah Atas milik Gibran dinilai menjadi pukulan telak yang membuyarkan ambisi politik jangka panjang mantan penguasa istana tersebut.

"Putusan mahkamah konstitusi yang menyatakan tidak menemukan bukti Gibran mempunyai ijazah sebagai tanda dia telah menyelesaikan pendidikan SMA atau sederajat tampaknya membuat mantan presiden Joko Widodo ini realistis," tutur Hersubeno Arief menjelaskan situasi psikologis elite politik.

Jokowi disinyalir mulai melupakan ambisi besarnya untuk kembali memaksakan duet Prabowo Subianto dengan anak sulungnya tersebut untuk kontestasi kepemimpinan nasional di masa mendatang.

"Dia mulai melupakan mimpinya untuk memasangkan kembali putranya Gibran Rakabuming Raka berpasangan dengan Prabowo sebagai calon wakil presiden," jelasnya mengenai pudarnya dorongan relawan di ruang publik.

Kondisi ini diperparah oleh sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang memilih untuk membiarkan majelis hakim bekerja secara independen tanpa adanya intervensi atau pembelaan khusus dari parpol koalisi pemerintah.

"Sikap Prabowo yang membiarkan hakim mahkamah konstitusi mengambil keputusan secara bebas dan tidak adanya pembelaan dari parpol koalisi membuat Joko Widodo ya dia harus realistis bahwa dia itu sudah ditinggalkan," tambahnya.

Penolakan secara halus dari internal koalisi terlihat jelas dari sikap Partai Golkar yang sudah mendeklarasikan dukungan capres tanpa sedikit pun menyebut nama Gibran sebagai pendamping.

"Pintu partai koalisi sudah tertutup bagi politik dinastinya dan kalau masih tetap ingin memaksakan Gibran yang sekarang ini mendapat julukan sebagai wapres bodong menjadi calon presiden atau wakil presiden dia harus mengandalkan kekuatannya sendiri," tegas Hersubeno Arief.

Jokowi kini tidak lagi memiliki kendali penuh terhadap partai-partai besar di parlemen sebagaimana yang biasa ia lakukan saat masih aktif memegang tongkat komando kepresidenan tertinggi.

"Tidak ada jalan lain kecuali dia harus all out membesarkan PSI sebagai kendaraan politik Gibran itu pun tanda-tandanya sudah dihadang oleh partai di parlemen koalisi partai pemerintah," pungkasnya menyoroti rencana kenaikan ambang batas parlemen.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung