Repelita Jakarta - Mekanisme birokrasi penataan sistem kerja terintegrasi satu pintu kini resmi diberlakukan bagi jajaran pembantu presiden di lingkup pemerintahan nasional.
Aturan tata kelola administrasi negara tersebut mewajibkan adanya koordinasi berlapis sebelum terlaksananya agenda rapat kerja tatap muka antarlembaga eksekutif negara.
ADVERTISEMENT
Kabar mengenai pemberlakuan sistem pelaporan khusus ini dipublikasikan secara luas oleh akun @lensight.id pada tanggal 8 Oktober 2026.
Berdasarkan paparan investigasi media tepercaya, para menteri kabinet kini diwajibkan melewati pintu birokrasi tertentu sebelum menemui wakil kepala negara.
Pihak pengunggah menerangkan sistem pengelolaan jadwal kerja tersebut dengan mengabarkan, Laporan media Bocor Alus Tempo menyebutkan adanya prosedur khusus bagi para menteri kabinet yang hendak melangsungkan pertemuan atau agenda rapat dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Kebijakan pembatasan koordinasi langsung ini diambil demi memastikan keselarasan program kerja sektoral berada di bawah pengawasan terpusat lembaga kepresidenan.
Meskipun draf regulasi tersebut memicu beragam tanggapan dari jajaran birokrat, esensi penataan arus komunikasi resmi dinilai krusial untuk tetap dijalankan.
Uraian teknis mengenai alur pengajuan izin pertemuan satu pintu tersebut dijabarkan kembali secara rinci oleh akun digital yang sama.
Informasi lanjutan dari takarir tersebut mengonfirmasi mekanisme formal dengan menyebutkan, Menurut informasi dari hasil wawancara dengan menteri terkait, agenda pertemuan tersebut tidak dilarang secara permanen, namun harus dilaporkan terlebih dahulu secara resmi kepada Kementerian Sekretariat Negara (Setneg). Mekanisme pelaporan dan koordinasi satu pintu melalui Setneg ini diberlakukan untuk mengatur serta menata agenda pertemuan kerja resmi para pembantu presiden dengan Wakil Presiden.
Di sisi lain, penerapan sistem pelaporan birokrasi ini memicu perdebatan sengit serta memancing komentar sinis dari publik di dunia maya.
Tanggapan bernada sangsi mengenai kapasitas kepemimpinan di level wakil presiden tersebut dituliskan oleh pengguna akun @mie_sion di kolom komentar.
Ia berpendapat, Gibran besok siang cabut ,mengundurkan diri lebih terhormat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads