Berita, Timur Tengah

[GEGER] Iran Hancurkan 16 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Kerugian Membengkak

Repelita.id

02 May 2026 23:15 WIB

[GEGER] Iran Hancurkan 16 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Kerugian Membengkak
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Iran dilaporkan berhasil menghancurkan sebagian besar fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah dalam serangan balasan selama konflik yang telah berlangsung lebih dari satu bulan, berdasarkan hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh CNN.

Serangan gabungan AS-Israel yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 7 April 2026 dibalas Iran dengan gempuran besar-besaran terhadap pangkalan-pangkalan strategis di Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Yordania, Irak, Arab Saudi, hingga Oman.

ADVERTISEMENT

Hasil investigasi CNN yang menggunakan gambar satelit serta keterangan langsung dari para tentara AS di lapangan mengungkap bahwa Iran dan kelompok-kelompok proksinya merusak setidaknya 16 pangkalan militer AS yang tersebar di delapan negara Timur Tengah.

Akibat serangan pembalasan yang diluncurkan Teheran tersebut, beberapa fasilitas militer AS mengalami kerusakan parah dan sebagian di antaranya dilaporkan tidak dapat beroperasi kembali.

Seorang ajudan anggota Kongres AS yang meminta namanya tidak dipublikasikan membenarkan adanya kerusakan parah terhadap fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

"Ada berbagai macam penilaian, mulai dari sisi yang cukup dramatis, yaitu seluruh fasilitas hancur dan harus ditutup, hingga para pemimpin yang mengatakan hal-hal ini layak diperbaiki lagi karena manfaat strategisnya yang diberikannya kepada AS," kata ajudan tersebut.

Ia menambahkan bahwa militer Iran mampu mengidentifikasi fasilitas-fasilitas penting tersebut sebagai target paling hemat biaya untuk diserang.

Sistem radar AS disebut sebagai sumber daya paling mahal dan jumlahnya sangat terbatas di Timur Tengah, sehingga menjadi sasaran empuk bagi serangan Iran.

Sumber pejabat lain menyebut skala kerusakan fasilitas militer AS sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah konflik AS di kawasan tersebut.

"Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya," ujar pejabat itu mengungkapkan kekagetannya atas tingkat kehancuran yang ditimbulkan.

Gambar satelit yang diungkap dalam penyelidikan CNN memperlihatkan bahwa militer Iran secara cermat menargetkan instalasi radar canggih, infrastruktur komunikasi, hingga pesawat terbang yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan AS.

Sistem-sistem canggih tersebut terdiri atas peralatan militer yang sangat mahal dan sulit untuk diganti dalam waktu singkat.

Pejabat anggaran Pentagon, Jules Hurst III, sebelumnya telah menyampaikan kepada Kongres bahwa konflik dengan Iran telah menelan biaya sebesar 25 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp433 triliun.

Namun, sumber pejabat lain yang mengetahui secara mendalam masalah ini mengatakan bahwa angka kerugian tersebut bakal membengkak hampir dua kali lipat menjadi 40 hingga 50 miliar dolar AS.

Bukan hanya itu, negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk tempat fasilitas militer tersebut berada dilaporkan sangat terpengaruh oleh serangan balasan Iran.

Mereka menyatakan keprihatinan mendalam atas cara penanganan konflik oleh AS yang dinilai justru membawa bencana ke wilayah mereka.

"Perang tersebut menunjukkan kepada kita bahwa aliansi dengan AS tidak bersifat eksklusif dan tidak tergoyahkan," kata seorang sumber pejabat Saudi kepada CNN mengekspresikan kekecewaan sekutu-sekutu Washington.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung