Repelita [Jakarta] - Dinamika antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal memanas setelah adanya saling sindir mengenai kapasitas dan durasi jabatan.
Teddy sebelumnya menanggapi kritik Dino terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dengan mengungkit masa tugas singkat diplomat tersebut yang hanya menjabat selama tiga bulan.
ADVERTISEMENT
Alih-alih membalas serangan personal tersebut, Dino justru membongkar persoalan diplomatik yang dinilai lebih genting dan mampu mengguncang tata kelola hubungan luar negeri di Istana.
Ia membeberkan informasi mengenai adanya keterlambatan luar biasa dalam proses penyerahan surat kepercayaan para duta besar asing yang saat ini tertahan di Jakarta.
Dino menyebut sejumlah diplomat asing harus menunggu hingga delapan bulan, sementara perwakilan dari negara ASEAN dilaporkan menunggu selama enam bulan untuk bisa menjalankan tugas resmi.
"Masalah ini menyangkut reputasi diplomatik Indonesia dan perlu mendapatkan perhatian," ujar Dino mengenai kondisi penumpukan antrean tersebut.
Ia menekankan bahwa fenomena ini bertolak belakang dengan kemudahan yang biasanya didapatkan oleh duta besar Indonesia saat bertugas di negara mitra internasional.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mencederai martabat diplomasi Indonesia serta menciptakan preseden kurang baik di mata negara-negara sahabat.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari Sekretariat Kabinet maupun pihak Istana terkait alasan tertundanya prosedur diplomatik krusial bagi para duta besar tersebut.
Para pengamat menilai silang pendapat ini semestinya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi efektivitas birokrasi dan tata kelola hubungan luar negeri yang lebih profesional. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok