Repelita Tel Aviv - Kegagalan Israel di Gaza dan Lebanon kini harus berhadapan dengan ancaman baru yang jauh lebih besar setelah Iran secara resmi menjadi front perang terbuka di tengah dimulainya blokade militer Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Radio militer Israel sebelumnya mengakui bahwa tujuan perang belum tercapai di front mana pun, sebuah pernyataan yang kini menjadi kenyataan pahit di tengah tekanan multifront yang dihadapi Tel Aviv.
ADVERTISEMENT
Saat Israel masih terperosok dalam rawa Gaza dan kebuntuan di Lebanon, front perang terbesar melawan Iran menganga lebar setelah negosiasi damai di Islamabad gagal total.
Perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung lebih dari 21 jam di ibu kota Pakistan itu berakhir tanpa kesepakatan.
Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi Amerika menyatakan bahwa kedua belah pihak tidak dapat menjembatani perbedaan mendasar meskipun upaya maksimal telah dilakukan.
Kegagalan ini secara efektif membatalkan gencatan senjata dua pekan yang telah menyelamatkan ribuan nyawa sejak perang pecah pada 28 Februari 2026.
Sebagai respons langsung atas kegagalan diplomatik tersebut, Komando Pusat Amerika Serikat mengumumkan dimulainya blokade angkatan laut terhadap semua kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Langkah dramatis ini menargetkan Selat Hormuz, jalur air strategis yang menjadi titik transit seperlima pasokan minyak global.
Konsekuensinya langsung terasa karena harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 7 persen melewati angka 102 dolar AS per barel pada perdagangan Senin (13/4/2026).
Di tengah situasi ini, Israel mengakui tujuan awal perang belum tercapai di Gaza maupun Lebanon.
Tujuan membebaskan sandera dan membongkar Hamas di Gaza belum tercapai sementara upaya mendorong Hizbullah ke utara Sungai Litani di Lebanon juga gagal total.
Kini tujuan utama melumpuhkan program nuklir Iran harus menghadapi kenyataan bahwa Teheran tetap memegang kendali penuh atas Selat Hormuz.
Israel menghadapi kemungkinan perang multifront yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa pasukannya memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan akan menjebak musuh yang mencoba memblokadenya.
Kekhawatiran akan perang regional total semakin nyata karena Inggris dan Australia menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam blokade AS.
Paus Leo XIV menyerukan penghentian perang dengan menyatakan cukup dengan pamer kekuatan dan cukup dengan perang.
Timur Tengah saat ini berada dalam ketegangan tertinggi sementara kapal-kapal perang AS bersiap menutup jalur minyak dunia dan Israel masih berjuang di rawa-rawa Lebanon dan Gaza.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Israeli Army Radio: Our goals have not been achieved on any of the fronts
— Sprinter Press (@SprinterPress) April 12, 2026
A correspondent for the Israeli regime's radio station admitted that Tel Aviv is shifting from one war front to another, without achieving full military objectives on any of them.
All fronts are in a… pic.twitter.com/RCKPOrvt1l