Berita, Viral Sosmed

Ferry Koto Soal Pidato Prabowo: Bukan Slip of Tongue, Tapi Tidak Paham Realitas Harga

Repelita.id

15 August 2026 19:14 WIB

Ferry Koto Soal Pidato Prabowo: Bukan Slip of Tongue, Tapi Tidak Paham Realitas Harga
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), memicu perdebatan sengit publik.

Dalam penyampaiannya, kepala negara memperkenalkan seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor yang mengupas bawang:

ADVERTISEMENT

“Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.”

Pernyataan nominal upah tersebut dinilai publik tidak masuk akal serta mencerminkan ketidakpahaman atas realitas ekonomi masyarakat bawah.

Besaran nominal pengupasan bawang itu dianggap berjarak amat jauh dari harga pokok komoditas di pasaran.

Sorotan dan beragam reaksi tajam dari pengguna media sosial platform X langsung membanjiri ruang diskusi publik.

Pengguna akun X @HorseyGreen membandingkan angka tersebut dengan kesejahteraan tenaga pendidik:

Padahal banyak guru honorer yg bayarannya tidak sampai 700.000 per bulannya

Sementara itu, pengguna akun X @pepespeem menilai kekeliruan pengucapan tersebut berbeda dengan momen koreksi langsung:

Momen PKH dan PHK itu lebih pas untuk disebut slip lidah. Dikoreksi langsung oleh beliau.

Pengguna akun X @anaffry menyinggung pentingnya meninjau kondisi lapangan secara langsung:

itu guna blusukan ke pasar, biar paham, sudah di ajarkan oleh mr.jack tapi ngak mau lakuin

Kritik terhadap konsistensi narasi pejabat publik disampaikan oleh pengguna akun X @mulyadiabdullah:

Kita akan selalu berdebat yg nggak penting karena selalu membahas pernyataan pemimpin yg dihasilkan dari cacat logika berpikirnya

Adapun pengguna akun X @anton_sukisno mengaitkan kejanggalan nominal itu dengan perbedaan era nilai mata uang:

Beliau masih hidup di tahun 60 an

Dimana Rp 1000 belum di potong jadi Rp. 1.

Sikap kritis juga diutarakan pengguna akun X @budidiep yang menyoroti kekeliruan berulang:

Slip kok bolak balik, gak capek apa itu yg "nyapuin"...

Di sisi lain, pengguna akun X @kerikill_13 memberikan pandangan pembelaan dan meminta publik fokus pada agenda pemberantasan kejahatan ekonomi:

Presiden manusia, salah biasa.. demen bgt kita ributin yg begini2 an.. yg diberesin dari kejahatan triliunan, berpuluh2 tahun.. cm presiden kita yg berani.. ini ga ad yg ributin dari dulu.. tambang ilegal, cpo ilegal, under invoice, mafia migas, mafia beras dst dst..presiden mau

Keheranan atas selisih angka yang terucap dilontarkan oleh pengguna akun X @arifa_ridwan:

Keselip lidah

Jauh mas 700 sama 700.000

0 nya 2 sama 5

SD aja bisa ngitung sama baca lho

Sementara pengguna akun X @wisanggeni_11 menanggapinya dengan nada satire singkat:

Itu namanya slip gaji

Kritik tajam mengenai jarak sosial pejabat negara disampaikan oleh pengguna akun X @bukansiaposiapo:

Ningrat mana paham rakyat jelantah.

Adapun pengguna akun X @ChikaPetshop menilai tidak adanya koreksi langsung menunjukkan keyakinan atas angka yang diucapkan:

Dia gak bisa mengolah kata, realita dengn otak nya. 700 rebu per kg tanpa dikoreksi itu artinya apa yang dia katakan dirasa benar

Penilaian atas kualitas penyampaian pesan kenegaraan turut diungkapkan oleh pengguna akun X @MasdiSuwandi:

Sering salah, intinya ga berkualitas tuh orang..!!!

Sedangkan pengguna akun X @agungso memberikan sudut pandang mengenai alasan pengangkatan profil pekerja ke tingkat sidang paripurna:

Kalo cm 700/kg mah ga bakal dibawa ke DPR itu..

Rangkaian tanggapan publik tersebut menegaskan tingginya perhatian masyarakat terhadap ketepatan data dan narasi kesejahteraan yang disampaikan di hadapan wakil rakyat (*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung