Berita, Nasional

Feri Amsyar Sebut Istilah Londo Ireng Bisa Berbalik Serang Lingkaran Kekuasaan Prabowo

Repelita.id

26 July 2026 00:38 WIB

Feri Amsyar Sebut Istilah Londo Ireng Bisa Berbalik Serang Lingkaran Kekuasaan Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Polemik istilah londo ireng yang sempat dilontarkan kepala negara memantik ulasan kritis dari pengamat tata negara.

Melalui akun media sosial miliknya di https://x.com/feriansyah, ia menilai pendekatan sejarah tersebut bisa berbalik arah menyerang lingkaran terdekat kekuasaan.

ADVERTISEMENT

Tokoh begawan ekonomi nasional sumitro djojohadikusumo disebut turut berpotensi menerima label serupa lantaran kedekatannya dengan kekuatan asing masa lampau.

“Londo Ireng. Kalo pake data sejarah, begawan Ekonomi kata Sumitro bisa kena tudingan yang sama karena dekat di asing,” kata Feri.

Kritik tajam tersebut turut dialamatkan kepada rekam jejak perjalanan sang presiden sewaktu berada di kawasan timur tengah era orde kedua.

“Asumsi dangkal Londo Ireng bahkan cocok bagi beliau sendiri dengan modifan, misal: "Yordan Ireng",” ucapnya.

Sikap serupa disematkan pada anggota keluarga presiden yang sempat terlibat agenda penting di negara adidaya amerika serikat.

“Hasyim dulu rapat di US cocok juga tuh,” terangnya.

Bahkan, sang pengamat menyarankan agar kepala negara membatasi agenda berbicara di muka umum demi kepentingan citra politiknya sendiri.

“Sudah pak jangan pidato deh. Ngak baik untuk bapak,” pungkasnya.

Sebelumnya, polemik ini bermula dari pidato politik presiden saat menghadiri perayaan hari lahir sebuah partai besar di ibu kota negara.

Pemerintah mengeklaim program renovasi fasilitas pendidikan ditargetkan merampungkan ratusan ribu bangunan sekolah pada tahun mendatang.

Kendati demikian, sorotan media massa yang kerap mengekspos bangunan rusak dinilai tidak berimbang dengan capaian fisik yang telah direalisasikan.

“Ada juga media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum dipeebaiki. Dia foto besar, taruh di halaman pertama,” ujarnya.

Sikap keterbukaan terhadap kritik tetap dikedepankan, namun pemerintah menyayangkan adanya narasi pesimistis dari kelompok tertentu.

“Kalian sudah tahu lah kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi kita bukan anak kecil,” ujarnya.

Pihaknya lantas menyinggung keberadaan elemen masyarakat yang dinilai kerap berpihak pada kepentingan asing melalui profesi modern saat ini.

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain Itu yang dulu kita sebut londo ireng ya,” ungkapnya.

Peran tersebut kini bertransformasi mengenakan atribut profesi seperti wartawan, jurnalis, maupun lembaga swadaya masyarakat.

“Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, apa itu LSM,” papar Prabowo.

Transparansi sumber pendanaan para pengkritik pemerintah turut dipertanyakan di hadapan ribuan kader partai pendukung.

“Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah. Kita tahu kan,” ujarnya.

Narasi kebangkrutan ekonomi nasional yang kerap disuarakan berbagai pihak dinilai tidak pernah terbukti kenyataannya hingga detik ini.

“Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besa untuk kita goyah. Indonesia kolaps. Bulan April lewat nggak kolaps, Mei lewat nggak kolaps, bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps,” ucapnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung