Berita, Nasional

Feri Amsari Soroti Kejanggalan Aksi Massa Pati Serta Respons Cepat Pimpinan DPR Terkait RUU Perampasan Aset

Repelita.id

31 August 2026 16:54 WIB

Feri Amsari Soroti Kejanggalan Aksi Massa Pati Serta Respons Cepat Pimpinan DPR Terkait RUU Perampasan Aset
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengamat hukum tata negara terkemuka Feri Amsari melontarkan sejumlah kejanggalan menarik perhatian publik di balik aksi unjuk rasa massa aliansi daerah di depan gedung parlemen.

Tanggapan kritis tersebut disampaikan lewat rekaman video yang dirilis pada hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2026 untuk menyoroti dinamika gerakan massa yang membawa tuntutan pengesahan regulasi khusus.

ADVERTISEMENT

Meskipun memberikan apresiasi terhadap penyampaian aspirasi warga daerah, ia merasa heran mengapa isu penyitaan kekayaan koruptor tiba-tiba mendominasi fokus pergerakan massa tingkat nasional tersebut.

Pertanyaan mendasar mengenai kejanggalan isu utama tersebut diungkapkan melalui kutipan pernyataan resmi yang disampaikannya secara terbuka kepada masyarakat luas.

Pakar hukum tata negara tersebut memaparkan keheranannya melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Mengapa fokus demonstrasi adalah Undang-Undang Perampasan Aset di tengah berbagai isu publik yang jauh lebih besar.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan sejak kapan isu legislatif tersebut bertransformasi menjadi agenda perjuangan utama warga daerah yang kemudian dibawa langsung ke markas dewan perwakilan rakyat.

Kritik tajam mengenai lompatan isu yang dinilai tidak biasa itu dipertegas kembali melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Namun kenapa isu RUU Perampasan Aset tiba-tiba meloncat dari Pati.

Kejanggalan berikutnya yang disoroti oleh pengamat tersebut berkaitan dengan sikap pimpinan dewan yang memberikan respons sangat cepat dalam menerima perwakilan demonstran tanpa hambatan berarti.

Perbedaan perlakuan istimewa tersebut dibandingkan dengan berbagai aksi unjuk rasa elemen masyarakat lain yang kerap menemui jalan buntu ketika hendak menyampaikan aspirasi langsung kepada pimpinan parlemen.

Keheranan atas kelancaran audiensi tersebut diutarakan kembali lewat kutipan kalimat yang berbunyi, Kenapa massa aksi demo kemarin diterima dengan jajaran pimpinan DPR, padahal banyak aksi demo yang melibatkan berbagai elemen nasional tak pernah berhasil menjumpai unsur pimpinan.

Rangkaian pertanyaan kritis terkait dinamika politik di balik aksi massa tersebut ditutup dengan sebuah refleksi agar publik terus mengawasi proses legislasi yang berjalan di Senayan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung