Repelita [Jakarta] - Perdebatan kembali memanas antara Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan Feri Amsari dan CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat Suroto terkait temuan harga gas melon di Koperasi Desa Merah Putih.
Feri Amsari mengungkapkan data lapangan mengenai kenaikan harga gas melon usai peresmian salah satu unit koperasi di kawasan Blok M.
ADVERTISEMENT
Pernyataan tersebut langsung ditanggapi keras oleh Suroto yang menilai lokasi yang disebut tidak sesuai fakta.
Suroto menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto hanya meresmikan koperasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah sebanyak 1061 unit.
Dia menyatakan tidak ada peresmian di wilayah Jakarta seperti yang disinggung.
Menurut pengecekan di lapangan harga LPG bersubsidi di koperasi tersebut tetap sesuai ketentuan pemerintah.
Suroto menilai data yang disampaikan lawan diskusinya tidak akurat.
Dia mengatakan data Anda dari sosmed itu gorengan.
Suroto menantang agar data yang valid dikemukakan secara tegas.
Dia menambahkan bahwa timnya siap mendampingi pengecekan langsung di lokasi jika diperlukan.
Dari 1061 unit yang diresmikan harga gas melon dipastikan berada di angka 16.000 rupiah.
Feri Amsari menanggapi dengan menekankan bahwa persoalan utama terletak pada tanggung jawab negara.
Menurutnya negara wajib mengendalikan harga LPG karena produksi gas dikuasai oleh negara.
Feri menilai negara seharusnya hadir hingga ke tingkat koperasi untuk menjaga harga tetap terjangkau.
Dia mempertanyakan mengapa harga bisa naik setelah proses peresmian berlangsung.
Suroto kembali menekankan bahwa pembangunan fisik koperasi masih berjalan bertahap.
Pemerintah berencana menyalurkan seluruh barang bersubsidi melalui koperasi tersebut.
Presiden telah menegaskan bahwa gas melon pupuk beras dan barang subsidi lainnya akan didistribusikan lewat Koperasi Desa Merah Putih.
Harga harus mengikuti ketentuan pemerintah tanpa dikomersialkan pihak lain.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan belum sinkronnya data lapangan antara kedua pihak.
Feri tetap berpegang pada temuan yang dimiliki timnya di lapangan.
Sementara Suroto menuntut data yang lebih solid dan bukan sekadar informasi dari media sosial.
Diskusi tersebut memperlihatkan ketegangan seputar implementasi program koperasi di tahap awal.
Kedua pihak mempertahankan argumen masing-masing tanpa mencapai kesepakatan.
Isu harga barang subsidi di Koperasi Desa Merah Putih dipastikan akan terus dipantau publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok