Berita, Nasional

Feri Amsari Kutip Tan Malaka soal Mahasiswa Tolak Pejabat di Kampus: Tak Kompromi dengan Maling yang Satroni Rumah Anda

Repelita.id

19 June 2026 22:30 WIB

Feri Amsari Kutip Tan Malaka soal Mahasiswa Tolak Pejabat di Kampus: Tak Kompromi dengan Maling yang Satroni Rumah Anda
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, melayangkan apresiasi atas aksi demonstratif mahasiswa yang secara tegas menolak kehadiran sejumlah pejabat negara di lingkungan kampus.

Melalui unggahan di media sosial X pada Jumat, 19 Juni 2026, yang dapat diakses melalui tautan [suspicious link removed], ia menyoroti peranan signifikan mahasiswa dalam mengawal demokrasi.

ADVERTISEMENT

Feri secara khusus memberikan sanjungan kepada civitas academica yang berani mengambil sikap terhadap dinamika politik terkini melalui pernyataan, “Mahasiswa UGM dan UI kembali jadi contoh terdepan sebagai mahasiswa,” kata Feri.

Menurutnya, langkah konkret yang diperlihatkan para mahasiswa saat ini menunjukkan kedewasaan berpikir serta keberanian moral dalam merespons berbagai kebijakan yang dianggap mencederai amanah reformasi.

Ia menilai gaya perlawanan yang ditunjukkan sangat memukau karena dilakukan secara tertata dan lugas dalam menyampaikan tuntutan melalui ungkapan, “Tampil keren, bertutur rapi, dan keras diwaktu yang benar,” ucapnya.

Dalam menanggapi insiden pengusiran pejabat dalam diskusi di Universitas Gadjah Mada, Feri menarik benang merah dengan ajaran tokoh nasional Tan Malaka mengenai pentingnya menjaga marwah institusi.

Ia menegaskan bahwa sikap tidak memberi ruang kepada pejabat yang dinilai berkhianat adalah bentuk integritas, sebagaimana kutipan yang ia bagikan, “Anda tidak berkompromi dengan maling saat menyantroni rumah anda kata Tan Malaka,” imbuhnya.

Feri berharap agar keberanian yang memantik pergerakan mahasiswa di sejumlah kota ini tidak padam dan terus menyebar luas sebagai bentuk kontrol sosial yang efektif terhadap jalannya roda pemerintahan.

Ia menutup dukungannya dengan seruan agar semangat intelektual tersebut meluas ke seluruh pelosok negeri melalui kalimat, “Menyebarlah kekuatan mahasiswa ini ke segala penjuru,” pungkasnya.

Peristiwa yang menuai dukungan dari Feri ini bermula dari kericuhan dalam sebuah acara diskusi yang dihadiri oleh sejumlah petinggi pemerintahan pusat serta tokoh publik.

Situasi di lokasi kegiatan mendadak berubah tegang sesaat setelah para pejabat tersebut menaiki panggung, yang kemudian memancing amarah massa mahasiswa yang hadir.

Kelompok mahasiswa merespons dengan menyalakan pelantang suara berisi sirine serta membentangkan spanduk bernada kecaman keras di tengah ruang diskusi yang sedang berlangsung.

Tuntutan agar para pejabat segera keluar dari ruang diskusi semakin menguat diiringi dengan aksi pelemparan botol air mineral sebagai bentuk penolakan nyata dari para mahasiswa.

Tekanan yang terus menerus disuarakan oleh peserta forum akhirnya memaksa para pejabat yang hadir untuk segera mengakhiri kegiatan dan meninggalkan lokasi acara dengan terburu-buru. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung