Berita, Nasional

Ferdinand Hutahaean Sebut Publik Butuh Bukti Keaslian Ijazah Jokowi Bukan Perdebatan Soal Fitnah

Repelita.id

08 September 2026 22:04 WIB

Ferdinand Hutahaean Sebut Publik Butuh Bukti Keaslian Ijazah Jokowi Bukan Perdebatan Soal Fitnah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Diskursus berkepanjangan mengenai kontroversi dokumen akademik mantan kepala negara dinilai semestinya tidak dialihkan pada perdebatan seputar tuduhan pencemaran nama baik.

Pandangan tersebut disampaikan oleh politikus senior tanah air guna meluruskan substansi utama yang menjadi titik perhatian khalayak luas di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kebutuhan esensial publik saat ini terletak pada pembuktian secara transparan apakah lembar ijazah tersebut benar-benar asli atau justru sebaliknya.

Jadi seharusnya kita itu fokus dan dia fokus kepada persoalan membuktikan ijazahnya itu asli atau palsu, tegas Ferdinand Hutahaean dalam keterangannya, Selasa, 8 September 2026.

Ia berpendapat bahwa pengalihan isu ke ranah delik aduan pencemaran nama baik hanya akan kabur dari inti permasalahan yang sebenarnya ingin diketahui oleh masyarakat.

Karena itulah kebutuhan publik, kebutuhan publik bukan soal apakah dia difitnah atau tidak, ungkapnya menegaskan arah polemik tersebut.

Pihaknya menilai bahwa upaya mencari kepastian hukum terkait keabsahan dokumen pendidikan tersebut jauh lebih mendesak ketimbang meributkan aspek tuduhan fitnah semata.

Di sisi lain, mantan presiden yang bersangkutan telah menyatakan kesiapan penuh untuk menghadirkan seluruh arsip dokumen pendidikannya ke hadapan majelis persidangan.

Ya, kalau yakin 100 persen palsu, mestinya masuk ke pokok perkara di persidangan itu diikuti, tidak malah praperadilan, ujar Jokowi memberikan tanggapan.

Langkah pengujian melalui sidang pokok perkara dinilai jauh lebih efektif agar sengketa hukum yang berlarut-larut ini dapat segera menemukan kepastian hukum final.

Hadir, saya sudah sampaikan, saya akan hadir membawa ijazah SD, SMP, SMA, dan yang S1 yang sekarang di Kejaksaan, semuanya akan kita tunjukkan, tegasnya.

Perdebatan panjang mengenai riwayat pendidikan tinggi di universitas terkemuka negeri ini sendiri melibatkan pelbagai kesaksian serta tanggapan dari berbagai pihak berwenang.

Dinamika hukum yang melibatkan sejumlah pegiat media sosial dan tokoh masyarakat tersebut kini terus bergulir di ranah peradilan menanti pembuktian materiil secara terbuka.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung