Berita, Nasional

Ferdinand Hutahaean Kritik Safari Daerah Jokowi, Sebut Penganugerahan Gelar Adat Justru Memicu Perpecahan Tokoh Masyarakat

Repelita.id

04 August 2026 17:16 WIB

Ferdinand Hutahaean Kritik Safari Daerah Jokowi, Sebut Penganugerahan Gelar Adat Justru Memicu Perpecahan Tokoh Masyarakat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Politisi Ferdinand Hutahaean melayangkan kritikan tajam terhadap pergerakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang rajin melakukan safari ke berbagai pelosok daerah dan menerima deretan penganugerahan adat.

Ferdinand memandang bahwa agenda kunjungan tersebut justru menyulut keretakan serta perdebatan sengit di ranah pemangku adat lokal terkait kepatutan pemberian gelar kehormatan bagi mantan kepala negara.

ADVERTISEMENT

Secara khusus ia mencermati dinamika perselisihan yang meletus di wilayah Lampung serta Nusa Tenggara Timur usai kedatangan figur nasional tersebut.

"Jok, lu kenapa sih? Lu ke Lampung, rakyat Lampung, tokoh-tokoh adatnya pada jadi ribut," ujar Ferdinand.

Ia menggarisbawahi bahwa silang pendapat antar pemuka adat setempat berkutat pada keabsahan serta kelayakan pemberian penghargaan kultural tersebut.

"Saling adu argumen soal kepatutan kelayakan pemberian gelar adat," katanya.

Kondisi yang serupa dinilainya kembali terulang di wilayah Nusa Tenggara Timur begitu prosesi penghormatan adat selesai digelar.

"Lu kemarin ke NTT, sekarang para raja yang malah jadi saling adu pendapat dan terjadi pertentangan pendapat soal pemberian gelar raja," lanjutnya.

Di samping menyoroti benang kusut perselisihan gelar adat Ferdinand mempertanyakan kecenderungan pemilihan lokasi agenda kunjungan lapangan Joko Widodo.

Ia mengkritik sikap sang mantan presiden yang dipandang enggan berinteraksi langsung dengan lingkar akademisi maupun kelompok terpelajar di ruang perguruan tinggi.

"Jok, kenapa sih lu enggak main ke kampus? Kenapa sih lu enggak main ke tempat-tempat yang di sana berkumpul kalangan intelektual?" ujarnya.

Ia menilai rangkaian aksi safari daerah tersebut hanyalah bagian dari taktik kemasan citra guna memikat simpati masyarakat awam.

"Ya, saya sih hanya melihat caramu itu. Bahwa kau itu memang hanya berusaha mengambil suara orang-orang yang bisa terkecoh oleh manipulasi gayamu yang sok-sok sederhana. Pencitraan," katanya.

Ferdinand bahkan menuding bahwa deretan permasalahan pelik yang dialami bangsa saat ini merupakan buah dari kebijakan yang dilahirkan sepanjang periode kepemimpinannya.

"Padahal republik ini, bangsa ini, rusak gara-gara kau Jok. Rusak gara-gara kau Jok," ucap Ferdinand. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung