Berita, Viral Sosmed

Fanatisme Pendukung Wowo Dipertanyakan, Buzzer Politik dan Motif Bela Penguasa Jadi Sorotan Warganet

Repelita.id

16 August 2026 14:52 WIB

Fanatisme Pendukung Wowo Dipertanyakan, Buzzer Politik dan Motif Bela Penguasa Jadi Sorotan Warganet
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Fenomena fanatisme dukungan terhadap figur politik di ruang digital kembali memicu perdebatan sengit di antara para pengguna media sosial.

Unggahan yang mempertanyakan logika pembelaan tanpa imbalan material tersebut langsung disorot luas oleh warganet.

ADVERTISEMENT

"Teruntuk buzzer-nya Wowo. Buat yang pada belain Wowo, emangnya kalian dibayar berapa sih? Uripmu sek nelongso, bukan pejabat, gak kecipratan proyek MBG atau Kopdes, gak juga diangkat sebagai stafsus atau komisaris BUMN bergaji ratusan juta sebulan. Kenapa bisa se-fanatik itu sama politisi?" demikian isi narasi yang diunggah oleh Ruby Kay.

Alih-alih mereda, topik tersebut justru mengundang respons beragam yang saling melemparkan tudingan terkait keberadaan pendukung bayaran.

Sejumlah akun turut nimbrung memperdebatkan motif di balik aksi saling kritik maupun bela rezim yang marak menghiasi lini masa.

Diskusi daring ini kian memanas tatkala para netizen saling mempermasalahkan asal-usul pendanaan kelompok penggerak opini publik di dunia maya.

Pemilik akun menegaskan bahwa aktivitas melontarkan kritik terhadap penguasa merupakan esensi dasar yang wajar dalam sebuah tatanan negara demokratis.

"Clink Ukan lah, demokrasi emang kek gtu bro. Rakyat itu tugasnya mengkritik pemguasa. Apakah buya HAMKA saat dulu getol mengkritik penguasa juga mau dicap dapat duit dari zionis?" balasnya mempertegas argumen.

Dinamika perbincangan ini menggambarkan betapa tajamnya polarisasi kubu pendukung dan pengkritik pemerintah dalam lanskap politik digital saat ini(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung