Berita, Nasional

Erizal Soroti Sikap Diam Teddy Indra Wijaya atas Tuduhan Amien Rais

Repelita.id

06 May 2026 14:55 WIB

Erizal Soroti Sikap Diam Teddy Indra Wijaya atas Tuduhan Amien Rais
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais kembali menjadi pusat perhatian publik setelah menyampaikan pernyataan kontroversial yang menuding Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui kanal Youtube resminya pada Kamis (30/4/2026).

Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menyayangkan sikap diam Teddy Indra Wijaya yang hingga hari kelima belum juga memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan yang sudah beredar luas di masyarakat tersebut.

ADVERTISEMENT

Erizal membandingkan sikap Teddy dengan sejumlah pejabat lainnya seperti Menteri Komdigi, Kepala Bakom, dan Menteri HAM yang sudah lebih dulu merespons bahkan berhasil membuat video kontroversial itu dihapus dari akun resmi milik Amien Rais.

Menurut analisis Erizal, langkah penghapusan video tersebut kemungkinan besar merupakan bentuk tindakan hukum yang dimaksudkan oleh Menteri Komdigi Meutya Hafid, bukan dengan melaporkan Amien Rais secara pidana ke kepolisian.

Ia menjelaskan bahwa yang seharusnya melaporkan tuduhan pencemaran nama baik dalam kasus ini bukanlah lembaga atau kementerian, melainkan individu yang merasa dirugikan secara langsung.

Erizal mempertanyakan siapa lagi yang berhak melaporkan jika bukan Teddy Indra Wijaya sendiri, atau mungkin Presiden Prabowo Subianto sebagai atasannya yang juga merasa terusik oleh tuduhan tersebut.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa jangankan melaporkan ke polisi, sekadar menanggapi pernyataan Amien Rais pun hingga kini belum juga dilakukan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sementara itu, sejumlah kolega dan rekan kerja Teddy di lingkungan pemerintahan sudah mulai bersuara keras dan menunjukkan kemarahan mereka terhadap pernyataan tokoh reformasi tersebut.

Erizal menduga bahwa Teddy Indra Wijaya mungkin sudah sangat memahami betul langgam politik elektoral yang berlaku dalam sistem negara demokrasi.

Ia menjelaskan strategi bahwa ketika seseorang ditekan, difitnah, dan tuduhan tersebut tidak benar, maka jangan terburu-buru memberikan klarifikasi atau tanggapan.

Erizal menyarankan agar pihak yang difitnah membiarkan isu tersebut bermain terlebih dahulu di publik sebelum akhirnya menentukan langkah hukum yang paling tepat.

Strategi ini, menurut Erizal, bisa menjadi taktik yang lebih cerdik daripada langsung bereaksi secara emosional terhadap setiap tuduhan yang dilontarkan oleh lawan politik.

Dengan tidak segera menanggapi, publik justru akan bertanya-tanya dan penasaran sehingga isu tersebut tidak mudah padam dengan sendirinya.

Pada saat yang tepat, pihak yang difitnah bisa memberikan klarifikasi sekaligus melayangkan gugatan hukum dengan bukti yang lebih kuat dan matang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung