Berita, Nasional

Erizal: Maksud JK Bukan Klaim Penentu Kemenangan Jokowi, tapi Peringatan ke Termul

Repelita.id

20 April 2026 19:57 WIB

Erizal: Maksud JK Bukan Klaim Penentu Kemenangan Jokowi, tapi Peringatan ke Termul
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Erizal, seorang pengamat politik, menilai bahwa maksud Jusuf Kalla mengatakan Jokowi jadi presiden karena dirinya bukan berarti JK-lah penentu nasib Jokowi.

Menurut Erizal, pernyataan JK tersebut sebenarnya sebagai peringatan kepada termul-termul agar tidak semena-mena terhadap dirinya.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu muncul setelah JK dilaporkan atas dugaan penistaan agama akibat potongan video ceramahnya yang viral di media sosial.

Erizal menilai bahwa JK sebenarnya bermaksud baik ketika melaporkan Rismon dan empat akun lainnya.

Tujuannya agar tuduhan bahwa JK sebagai penyandang dana kasus ijazah Jokowi tidak melebar ke mana-mana.

JK juga meminta Jokowi membuka saja ijazahnya agar kasus yang sudah sangat melelahkan ini dapat segera berakhir.

Namun sayangnya, menurut Erizal, maksud baik JK itu tidak ditangkap dengan baik oleh Jokowi maupun para pendukungnya.

Petinggi Projo dan PSI hampir senada mengatakan bahwa yang menjadikan Jokowi presiden adalah rakyat, bukan JK.

Erizal menilai pernyataan itu memang tidak salah, tetapi maksud JK sebenarnya bukan untuk mengadu domba.

Benar bahwa Jokowi dipilih oleh rakyat, tetapi kontribusi JK terhadap keterpilihan Jokowi juga sangat besar.

Erizal menegaskan bahwa termul-termul harus sadar dan mengakui kontribusi JK terhadap Jokowi.

Mana mungkin Jokowi dulu menang melawan Prabowo-Hatta jika bukan karena JK yang menjadi pasangannya.

Bahkan posisi Gibran saat ini pun, kata Erizal, seharusnya masih ada jasa JK di dalamnya.

JK melaporkan pihak yang memfitnahnya, tetapi justru JK pula yang diserang dan dianggap cemen.

Padahal Jokowi sendiri juga pernah melaporkan orang dengan dasar yang tidak jelas tanpa masalah berarti.

Erizal menyebut kasus ijazah Jokowi ini sudah terlalu banyak melukai orang.

JK melaporkan demi membela diri tetapi disalahkan, mengaku berjasa tetapi juga disalahkan.

Pokoknya apa pun respons terhadap kasus ijazah Jokowi ini, orang yang meresponlah yang selalu disalahkan.

Sementara kasus ijazah itu sendiri, kata Erizal, entah kapan akan berakhir dan menemukan titik terang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung